IDUL ADHA 1440 H: Kurangi Plasrik, Warga Sragen Mulai Beralih ke Pembungkus Besek untuk Daging Kurban

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau kepada seluruh masyarakat mengunakan besek bambu sebagai wadah tempat pembagian daging kurban Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019. Besek ini sebagai penganti bungkus kantong plastik.

Hal itu dilakukan sebagai langkah mengurangi sampah plastik di Indonesia. Surat imbuan dikeluarkan bupati dalam rangka menghadapi hari raya Kurban 1440/2019 M. Selain itu untuk menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya pencemaran sampah plastik.

“Karena sampah plastik akan mencemari lingkungan dan termasuk jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai,” katanya dalam surat imbauan tersebut Sabtu 10 Agustus 2019.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sragen, khususnya panitia kurban tidak menggunakan bungkus kantong plastik sekali pakai. Supaya beralih menggunakan wadah atau bungkus yang ramah lingkungan.

“Seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, daun jati, atau bahan lainnya yang ramah lingkungan,” papar dia.

Diharapkan dengan beralihnya penggunaan wadah bungkus plastik ke wadah bungkus/ besek dari bahan yang ramah lingkungan, akan melestarikan dan menyelamatkan lingkungan dari pencemaran dan sekaligus akan meningkatkan perekonomian rakyat kecil khususnya pengrajin besek bambu.

Dengan imbuan bupati, salah satu tempat yang sudah mulai menerapkan adalah di lingkungan Perumahan Margo Asri, Kelurahan Puro, Kecamatan Karangmalang. Terdapat dua ekor kambing dan 36 ekor sapi jantan di sembelih di Masjid Al Hikmah perumahan setempat.

Kesadaran masyarakat dalam pentingnya berkurban dan kesadaran tentang peduli terhadap lingkungan dengan mengunakan besek bambu sebagai penganti kantong plastik. Suprapto, takmir Masjid Al Hikmah menyampaikan, menggunakan besek membantu menghidupkan kembali kearifan lokal.

“Karena besek ini adalah produksi warga Sragen sendiri sekitaran daerah utara sana. Ini tujuan utama juga untuk mengurangi sampah plastik,” kata Suprapto.

Ke depannya dengan menggunakan besek bambu akan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. “Satu besek harganya kurang lebih seribuan lebih. Ya kalau murahnya masih murah plastik tapi inikan tujuannya untuk mengurangi sampah plastik di Sragen,” bebernya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *