Narkoba Super Dosis Tinggi Ditemukan di Kabupaten Sragen, Efeknya Seperti Ini…

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Semakin menggila peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Sragen. Hal ini terus diungkap oleh jajaran Polres Sragen mendapati temuan narkoba jenis baru yang memiliki efek dahsyat.

Sayangnya, jenis narkoba itu belum terdaftar dalam aturan Kementerian Kesehatan terkait obat-obatan terlarang. Sehingga kepolisian tidak memiliki hak menahan tersangka yang kedapatan membawa jenis narkoba tersebut.

Dalam dua bulan terakhir jajaran Polres Sragen sudah mengungakap 11 kasus narkoba. Salah satunya paket yang sebelumnya diduga jenis tembakau gorila dengan berat 12,31 gram. Narkoba temuan baru ini belum masuk daftar Peraturan Menteri Kesehatan RI No 20 Tahun 2018.

Namun setelah dilakukan uji laboratorium ternyata merupakan jenis narkoba baru dengan efek sangat kuat. Dari pengamatan barang bukti, bentuknya seperti daun tembakau yang sudah dikeringkan dan terbungkus plastik.

Dalam jumpa pers Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan Kamis 22 Agustus 2019 dikatakan, setelah uji lab, ternyata bukan termasuk jenis narkoba dalam daftar kementerian. Padahal efeknya 10 kali lebih kuat daripada ganja.

Kapolres menyampaikan, tersangka sempat diamankan. Namun karena barang yang dimiliki belum masuk daftar permenkes, maka hanya dikenai wajib lapor. Pihaknya menyampaikan temuan ini disampaikan ke Polda jateng untuk dimasukkan ke daftar narkoba jenis baru.

Meski kandungan dan efek lebih berbahaya, namun belum terdaftar. Dia menyampaikan belum ada nama spesifik untuk menyebut jenis narkoba itu. Unsur kimia yang 5F-PY-PICA, belum masuk belum daftar.

”Komunikasikan ke Polda, dan sementara baru kita temukan 2 orang dari luar jawa tengah saat dikirim,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Sragen berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis baru itu Selasa (6/8). Dua orang sempat ditahan, namun sekarang hanya dikenakan wajib lapor. Dua orang ini yakni Doni Hendrawan, 22, warga Dukuh Siwalan, Desa Blangu, Kecamatan Gesi dan Brillian Yonsu Made Al-Kautsar (19), warga Dukuh Gesi, Desa Gesi ,kecamatan Gesi.

Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menambahkan barang itu disinyalir dikirim dari Bandung. Di beberapa kota lain juga mungkin beredar narkoba jenis baru tersebut. Namun saat ini baru didapati dua orang di Sragen.

Berdasarkan data Polres Stagen, temuan selama Juli-Agustus ini sudah ada 11 Kasus narkotika. Untuk Juli terdapat 4 kasus. Hasilnya 3,89 gram sabu dan 800 pil yarindo serta 50 butir tramadol.

Sedangkan Agustus pada pertengahan bulan ini sudah 6 kasus. Barang bukti yang disita 5,21 gram sabu dan 780 obat trihexpenedyl. Selain itu satu kasus narkoba diduga tembakau gorila yang ternyata jenis baru. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *