Wow…! Sampah Plastik Jadi Bahan Dasar Aspal Jalan di Indonesia, Dapat Apresiasi Kementerian PU-PR

TEPIANINDONESIA.COM-SOLO-Sampah plastik di Indonesia menjadi masalah serius. Bahkan Indonesia menjadi negara penghasil sampah terbesar nomor dua di dunia.

Namun kini sebuah inovasi terbaru telah lahir. Yakni sampah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal jalan. Pemanfaatan bahan dasar sampah ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-PR) dalam mendukung program pengurangan limbah plastik.

Sebagai bentuk pengembangannya, Kementerian PU-PR membagikan bantuan alat pencacah plastik. Alat ini untuk mengolah sampah-sampah yang selama ini tidak bisa terurai menjadi bahan dasar aspal. Sebanyak 1.000 mesin pencacah plastik bakal dibagikan untuk daerah-daerah penghasil sampah plastik di Indonesia sebagai mesin pengolah.

Tahap awal pemberian ini dibantukan sebanyak 150 mesin pencacah sampah plastik pada daerah terpilah. Yakni Kabupaten Semarang, Surakarta dan Purwokerto serta Yogyakarta. Pernyataan itu disampaikan oleh Ir. Sudirman, MM selaku Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Kementerian PU-PR, ketika acara penyerahan bantuan alat pencacah plastik di Hotel Alila Solo, Selasa 10 September 2019.

”Kementerian PU-PR ingin turut serta memberikan solusi masalah lingkungan, khususnya penanganan sampah plastik. Tapi ini nanti plastiknya akan dicacah dengan mesin lalu digunakan untuk bahan campuran aspal. Jadi keuntungan untuk pemitra aspal, membersihkan lingkungan dan membantu ekonomi pemulung,” tutur kandidat Walikota Solo ini.

Bantuan mesin mesin ini, bakal diberikan pada kelompok usaha bank sampah. Yakni melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di masing-masing daerah atau kota di Indonesia. Sehingga menjadi nilai tersendiri sampah plastik yang selama ini tidak bisa digunakan.

“Sampah plastik menjadi nilai tinggi menjadi bahan bangunan untuk negara melalui campuran aspal jalan,” papar dia.

Sudirman menjelaskan, penyaluran bantuan alat-alat pencacah sampah plastik juga akan disinergikan dengan program aspal jalan Kementerian PU-PR melalui Dirjen Bina Marga. ”Iya nanti ke depan, hasilnya akan dibeli kembali oleh Bina Marga. Yakni sebagai campuran bahan aspal jadi nilai ekonomis dan manfaatnya bisa lebih maksimal,” terangnya.

Sementara itu, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Semarang Ahmad Cahyadi, Dirjen Bina Marga dan unsur lainnya.

Kementerian PU-PR menanggapi sangat positif hasil sampah plastik cacahan. Pihaknya pun sangat setuju limbah plastik sebagai bahan campuran aspal.

”Iya, aspal campuran plastik telah sukses diujicobakan di Yogyakarta dan Semarang. Setiap 1 Km dengan lebar 7 meter membutuhkan tiga ton biji plastik. Jadi permintaan cukup tinggi seiring pembangunan infrastruktur,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *