Viral…! Niko, Bocah SD yang Jualan Es Kucir Sembari Sekolah Dapat Hadiah Sepeda dari Kapolres Sragen

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Berita Niko (Teguh Nikolas Saputra), bocah umur 10 tahun yang jualan es kucir sembari sekolah sempat viral di jagad dunia media sosial (medsos). Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan pun sempat menyimak beritanya.

Saking trenyuhnya, kapolres bersilaturahmi ke rumah orang tua Niko. Lantas bocah kelas 4 SDN Banyurip 3, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, ini dihadiahi sepeda. Selain itu juga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan Kapolres Sragen bersama jajarannya ini dilakukan usai salat Jumat tanggal 11 Oktober 2019. Dia langsung mendatangi rumah Niko dan ibunya yang berada di Dukuh Kedu RT 07, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Ditemui Tepianindonesia.com, orang tua Niko, Giyem mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Sragen. “Tadi sempat kaget, banyak Pak Polisi datang kesini, ternyata Pak Kapolres bersama rombongan tadi membawakan paket sembako, uang tunai dan satu sepeda untuk Niko,” tuturnya.

Kisah Niko menjadi viral setelah mucul videonya di Youtube dan berita online serta surat kabar. Giyem juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Kapolres Sragen bersama jajaran telah peduli dengan Niko dan keluarga,”Terimakasih pak kapolres, semoga allah membalas semua kebaikan bapak, semoga dengan apa yang sudah diberikan pada niko bisa menambah semangat dalam menuntut ilmu,” ujar dia.

Terlihat, Niko tampak ceria dengan sepeda barunya dan mencoba gowes di sekitar rumahnya dengan sepeda. Sebelumnya niko juga memiliki sepeda, namun sepeda lama tersebut telah rusak dan bahkan roda depan belakang sudah tidak ada bahkan sepeda tersebut juga sudah di jual rosok.

Sebelumnya, Retno Wijayanti, guru di SD Negeri 3 Banyurip ditemui dirumahnya membenarkan jika Niko setiap hari memang berjualan es di sekolahan sambil belajar. “Iya benar, udah ada satu tahunan kayaknya mas. dulu pertama jualan nasi bungkus sekarang tambah jualan es kucir,” jelasnya.

Menurut Retno, guru guru juga sudah melarang Niko untuk tidak berjualan di sekolahan, agar di sekolah fokus belajar saja. “Udah dilarang Mas, kita sudah ngasih tahu Niko agar dagangannya di titipan di kantin saja biar tidak mengganggu dirinya belajar, Namum Niko anaknya keras tidak mau pengennya termos es dibawa terus ke dalam kelas, ya udah kita ngalah,” bebernya.

Terpisah, Rudi hartono (35) tetangga Niko menjelaskan bahwa dirinya setiap hari berlanganan dagangan es kucir dengan harga Rp 500 rupiah yang dijual Niko. “Iya sering mas, saya setiap hari beli 3 ribu sampai 4 ribu mas kalau Niko lewat didepan sini, ya saya bangga dengan Niko anak seusianya sudah mau bekerja keras siang siang habis pulang sekolah jualan es,” bebernya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *