Tepian Indonesia

Ngadimin, Warga Desa Pagak Sumberlawang Sragen Tetap Jaga Musala Meski Kondisinya Nyaris Roboh, Ini Alasannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Ngadimin (61) warga Dukuh Mojosari, Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, memiliki musala sangat sederhana. Musala yang bernama Al Hidayah ini sudah reyot dan nyaris roboh.

Dia nekat menjaga dan mengelolanya hingga kini lantaran musala itu warisan orang tua. Hanya saja Ngadimin belum bisa merehab bangunan musala itu lantaran terkendala biaya.

Ketia tepianindonesia.com ke lokasi musala itu Selasa 10 Desember 2019, terlihat sebuah bangunan berukuran sekitar 6×6 meter berada di sebuah pekarangan. Bangunan musala itu terbuat dari papan kayu nangka dan trembesi. “Musala ini beralaskan lantai tegel dibangunan sejak puluhan tahun yang lalu oleh Mbah Asmuri, mertua saya,” kata Ngadimin.

Meski bangunannya nyaris roboh, namun oleh Ngadimin dan keluarga serta tetangga masih tetap digunakan untuk salat lima waktu dan aktivitas ibadah lainnya. “Ini wasiat dari orang tua istri saya. Dulu pernah berpesan pada saya agar terus mendirikan salat dan merawat musala ini ketika bapak sudah meninggal. Ya Alhamdulillah di sini masih digunakan untuk salat berjamaah,” kata Ngadimin.

Dalam bangunan musala tua tersebut terdapat beberapa buku dan kitab suci Alquran yang terkemas dalam lemari. Selain itu juga terdapat sejumlah perlengkapan salat, seperti mukena, sajadah, peci, dan baju batik orang dewasa.

Menurut Ngadimin, musala ini menjadi tempat beribadah yang enak dan menenangkan. Sebab di bawah pepohonan dan perkebunan jagung. “Ya dulu ramai sekali Mas. Saya ingin renovasi tapi belum ada biaya,” tutur dia.

Dikatakan, direnovasi dulu tahun 1999. “Ya kalau ada yang bantu senang sekali,” katanya.

Musala yang berada di tanah pekarangan tersebut juga sudah siap untuk diwakafkan 100 meter. “Kalau pas salat was-was. Ya kita berdoa saja semoga baik-baik saja,” bebernya. (reporter: Huriyanto)