Tepian Indonesia

Bawaslu Sragen Pelototi Pendaftar PPK Pilkada 2020, Terendus Mantan Caleg hingga Kader Partai Ikut Daftar

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Jelang Pilkada Sragen 2020, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen menemukan indikasi adanya kader partai yang mendaftar sebagai Pantia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Temuan itu akan disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen sebagai bahan pertimbangan.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya menyampaikan, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) melakukan pengawasan pada pendaftar PPK. Pihaknya mengaku ada temuan bahwa teridentifikasi pendaftar PPK yang terafiliasi dengan partai politik dan punya hubungan suami-istri.

Untuk suami istri kedapatan di Kecamatan Kedawung sejumlah dua pasang. Sedangkan yang terindikasi ada afiliasi dengan parpol yakni di Kecamatan Gesi dan Kecamatan Karangmalang. Selain itu mantan Calon anggota legislatif (Caleg) 2014 di kecamatan Plupuh.

Kader partai yang mencalonkan diri sebagai PPK berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara mantan caleg pemilu 2014 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

”Pengurus atau caleg kita ada datanya dan kita teliti, jika menjadi penyelenggara harus sudah mundur 5 tahun lalu,” terangnya usai launching Buku dan tabloid terkait kinerja dan pengawasan pemilu di Kantor Bawaslu Selasa 4 Februari 2020.

Sementara itu, adanya indikasi orang partai politik (parpol) mendaftar PPK, Ketua DPD PKS Sragen Idris Burhanudin angkat bicara. Dia menegaskan yang dimaksud bawaslu sudah bukan menjadi pengurus partai.

Dia menyampaikan sudah diganti dengan orang lain untuk tugas kepartaian. ”Setahu saya sudah lama, lebih dari 5 tahun,” terang Idris.

Terpisah, Sekretaris DPC PKB Sragen Endro Supriyadi mengaku belum mendapat pemberitahuan yang bersangkutan. Lantas dia menyerahkan kembali pada aturan yang berlaku terkait penerimaan PPK. (reporter: Huriyanto)