Baru Dibangun Tahun 2019, Jembatan Pusung-Sidodadi Kelurahan Banaran Boyolali Kota Putus

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, dikejutkan dengan jembatan penghubung dua kampung putus Senin 24 Februari 2020. Penyebab kejadian ini diduga lantaran hujan deras yang terjadi sejak sore hingga pagi hari.

Sehingga fondasi penyangga jembatan tidak kuat menahan gerusan tanah akibat guyuran hujan deras. Untung saja saat peristiwa berlangsung tidak ada warga yang melintas. Namun warga sekitar mengaku kaget dengan runtuhnya jembatan yang dibangun tahun 2019 ini.

“Saya baru saja bangun tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari sungai samping rumah. Ketika saya tengok jembatan itu ternyata sudah runtuh,” tutur Nur Muhammad Apriyanto (32), warga setempat kepada wartawan.

Spontan Nur dan sejumlah warga lain langsung melaporkan kejadian itu ke kecamatan setempat. Adapun informasi dari Dinas Pekerjaan Umum – Penataan Ruang (DPU-PR) Boyolali menyebut, jembatan dibangun tahun 2019 lalu dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak rekanan.

Runtuhnya jembatan dikarenakan salah satu ujung gelagar jembatan runtuh dan jatuh ke dasar sungai. “Fondasi penyangga jembatan ada yang patah,” papar Kepala DPU-PR Boyolali Arief Gunarto.

Dijelaskan, pada Selasa lalu pihaknya sudah menemukan ada retakan pada abutment jembatan. Kondisi tersebut sudah disampaikan kepada pihak rekanan agar segera diperbaiki dengan menutup retakan itu.

“Kemudian dalam dua hari belakangan ini kan cuaca seperti ini (curah hujan sangat tinggi, Red). Analisa kami, kemungkinan air masuk dari retakan itu. Air masuk kemudian sampai dengan tanah jenuh air, itu menyebabkan tekanan dan itu mendorong abutment, sehingga tadi pagi terjadi keruntuhan. Abutment harusnya kedap air,” jelasnya.

Runtuhnya gelagar dan plat jembatan tersebut, lanjut Arief, kemungkinan terjadi secara pelan-pelan dan tidak langsung patah. Hal itu karena gelagar dan plat jembatan masih dalam kondisi utuh.

“Ke depan, gelagar itu masih bisa dimanfaatkan lagi dengan metode pelaksanaan tertentu,” ujarnya.

Diungkapkan Arief, jembatan tersebut dibangun tahun 2019 lalu dengan anggaran sebesar Rp 1,265 miliar. Jembatan Pusung Sidodadi tersebut memiliki panjang bentangan 16 meter dan lebar 5 meter. Sedangkan tinggi jembatan dari dasar sungai 10,5 meter.

Dia menambahkan pondasi bagian bawah jembatan masih aman. Air yang masuk melalui retakan itu sebagian besar dari atas. Secara struktur, pembangunan jembatan itu juga sudah sesuai.

“Posisi jembatan sudah penyerahan di akhir November (2019), posisinya kini masih dalam masa pemeliharaan (rekanan) sampai dengan 2 Juni 2020. Pihak rekanan masih bersedia untuk segera melaksanakan perbaikan. Tadi sudah dapat laporan, sudah ada beberapa tenaga yang mulai menata kembali,” kata dia. (wan)