Kondisi Driver Gojek Korban Peluru Nyasar Warga Sragen Mulai Membaik, Namun Harus Istirahat Total

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pasca insiden peluru nyasar di Pasar Masaran, Sragen, kondisi korban Endro Prasetyo (27) berangsur membaik Senin 2 Maret 2020. Sebelumnya driver gojek warga Dukuh Kedusan, Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, ini mendapat perawatan intensif di RSUD Moewardi Solo.

Endro mendapatkan perawatan oleh pihak rumah sakit selama lima hari. Insiden penembakan peluru nyasar terjadi pada Selasa 25 Februari 2020 pukul 23.00 WIB.

Ditemui di rumahnya, Endro menceritakan awal mula dirinya menjadi korban peluru nyasar saat ia usai mengantarkan pesanan makanan. “Habis antar gofood, saya jalan pelan-pelan di sekitar pasar. Tahunya ada darah, tapi sempat dengar ada suara tembakan gitu, tapi saya tidak tahu kalau kena saya. Habis tahu keluar darah terus saya minta tolong sama teman untuk di antar ke PKU,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, luka kena peluru tersebut tidak begitu parah, namun harus mendapatkan penanganan segera. “Peluru tembus. Rasanya setelah tahu benar-benar ketembak. Rasanya nyeri dan keluar darah terus. Tapi habis dibawa kerumah sakit dipriksa peluru tidak sampai mengenai tulang,” jelasnya.

Endro menjadi driver gojek sudah setahun dan sering mangkal di sekitaran Pasar Masaran. Setelah mendapat halangan ini dirinya harus istirahat memulihkan luka tembak hingga benar-benar sembuh dan kembali bekerja lagi.

Ia menyampaikan, selama pengobatan sudah di tanggung oleh pihak kepolisian. “Selama pengotan ditangung sama pak polisi mas, dan kedepan juga masih akan ada kontrol lanjutan ke rumah sakit untuk memulihkan luka tembak,” bebernya.

Selain peluru nyasar mengenai ojek online rupanya peluru nyasar juga mengenai mobil milik Gunawan (60), penjual ayam goreng yang mangkal di dekat lokasi pertigaan Pasar Masaran menuju Plupuh. Peluru juga rusak dua titik akibat tertembus peluru nyasar.

Menurut keterangan Gunawan, yang berada di lokasi kejadian, insiden tembakan itu terjadi malam hari dan sangat cepat sekali kejadiannya. Bermula datang empat orang polisi dari Polsek setempat yang memberitahu dan minta bantuan kepadanya untuk ikut mengadang komplotan pencuri mengendarai mobil yang melaju dari arah Plupuh. (reporter: Huriyanto)