Tepian Indonesia

Relawan Solopeduli Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanis Merapi

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Gunung Merapi kembali meletus dan mengeluarkan abu vulkanis, Selasa 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Letusan Gunung Merapi tersebut menyemburkan kolom abu setinggi 6.000 meter dari puncak gunung. Dampak abu terasa di sejumlah wilayah yakni Klaten, Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali.

Beberapa warga berbondong-bondong ke apotik untuk membeli masker tetapi persediaan masker di sejumlah apotik telah habis. Melihat hal tersebut, relawan Solopeduli turun ke jalan membagikan masker gratis untuk warga.

Pembagian masker juga langsung menyita perhatian masyarakat. Ratusan masker dibagikan di depan kantor Solopeduli di Kompleks Griya Smart Jl. Tentara Pelajar, Jaetak, Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Sholehah (40), salah satu warga setempat sedikit terbantu dengan pembagian masker ini. Pasalnya menurut dia masker saat ini sangat sulit di dapatkan.

”Terimakasih solo peduli atas maskernya, saya minta 3 ya, 1 untuk saya, 1 untuk suami dan 1 lagi untuk anak saya yang sedang sekolah, dari tadi mau beli masker di apotik tapi pada habis semua mas, kasihan anak saya ke sekolah gak pakai masker, sekali lagi terimakasih banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Fafa Faisal Manajer Charity Solopeduli menjelaskan, tim lnya selalu menyediakan masker untuk antisipasi ketika di butuhkan dalam kondisi darurat.

“Bergegas kami bagi tim untuk membagikan masker, di depan kantor pusat ada 5 orang yang membagikan masker. Hampir semua mobil, motor bahkan sepeda yang melintas berhenti untuk menerima masker gratis, 3 orang lainnya menyebarkan di wilayah Boyolali,” bebernya.

Terpisah, Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori mengimbau kepada seluruh tim dan relawan untuk lebih bersiaga menghadapi kemungkinan erupsi Merapi.

“Khusus untuk merapi ini, kami kontak relawan yang ada di wilayah Boyolali, Klaten, Sleman dan Magelang untuk terus memantau perkembangan dan assesmen wilayah terdampak abu Merapi. Laporan perkembangan dan assesmen dari yang akan kami gunakan untuk menentukan bantuan apa yang dibutuhkan, sejauh ini yang dibutuhkan masih masker untuk warga terdampak abu merapi,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)