Kajari Sragen Sita Duit Miliaran Rupiah dari Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Ruang Sentra RSUD Sragen, Ini Penampakannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen berhasil mengamankan uang negara mencapai Rp 2 miliar lebih. Duit ini disita dari hasil penanganan dugaan korupsi pengadaan ruang sentra Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Sragen Rabu 4 Maret 2020.

Dari uang sitaan tersebut, tersangka ketiga berinisial RW, pengusaha asal Solo. RW merupakan pihak swasta penyedia barang yang ditahan sejak Kamis 27 Februari 2020.

Uang miliaran itu dihadirkan di ruang aula Kejari Sragen bersamaan dengan pers rilis penyelamatan uang negara. Kajari Sragen Syarief Sulaeman didampingi para kasi mengungkapkan, uang miliaran itu diserahkan oleh RW pada Jumat 28 Februari 2020 ke kejaksaan.

Karena kasusnya masih dalam penyidikan, kemudian uang pengembalian kerugian negara itu disita oleh kejaksaan dan dititipkan di rekening penampungan kejaksaan RI cq Pemkab Sragen.

Kerugian negara itu sudah utuh dikembalikan semua oleh tersangka pihak ketiga berinisial RW. Jumlahnya sesuai dengan perhitungan ahli dari BPKP Jateng yaitu sebesar Rp 2.016.766.740,- . “Sehingga uang itu kami sita sebagai barang bukti dalam kasus ini,” jelasnya.

Ke depannya, uang tersebut diharapkan akan digunakan untuk semaksimal mungkin bagi kepentingan daerah Sragen. “Mudah-mudahan hakim sependapat. Tuntutan kami agar uang dikembalikan ke kas daerah. Yang penting kami sudah menyelamatkan keuangan negara,” beber Syarief.

Karena pengembalian sudah sesuai dengan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK), Kajari menyebut tidak ada kewajiban bagi dua tersangka lain yakni eks Dirut DS dan PPK NY untuk mengembalikan kerugian negara.

Namun saat ditanya apakah DS dan NY hanya sebagai korban, Kajari mengatakan hal itu akan dibuka di persidangan nanti. (reporter: Huriyanto)