Warga Desa Bandung Ngrampal Sragen Ciptakan Pupuk Kompos Unik, Ini Penampakannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Warga Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah menemukan ide kreatif nan unik. Yakni menciptakan pupuk kompos blok berbentuk pot bunga yang dinilai sangat cocok untuk berbagai tumbuhan dan sayur sayuran.

Pupuk kompos blok buatan warga Sragen ini bisa digunakan di berbagai jenis tanah di Indonesia. Bahkan pupuk satu ini rupanya mampu memperbaiki tanah yang rusak seperti tanah bekas tambang dan sebagainya.

Pupuk kompos blok saat ini masih di kerjakan secara manual oleh sejumlah warga. Penemuan pupuk yang terbuat dari limbah kotoran sapi, limbah kotoran ayam dan sekam lalu diproses fermentasi dan setrlah beberapa hari ditambahkan zat nutrisi dan unsur hara.

Pupuk pertama kali ditemukan oleh Tulus Susilo Budi (40) warga Dukuh Siwalan, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen. Tulus pertama kali memproduksi pupuk kompos blok itu berawal saat ia menawarkan pupuk rumahan kepada teman yang berada di Jogjakarta.

Saat itu ia diminta untuk membuat pupuk yang berbeda akhirnya ia membuat pupuk yang sedikit unik akhirnya ia temukan pupuk dengan model blok kotak.

“Awalnya itu sekitar setahun dapat permintaan bahan baku kompos ke yogjakarta, salah satu teman saya suruh ngirim bahan kompos. Lama-lama dia dapat orderan untuk reboisasi bekasSlahan tambang yang tidak bisa ditanami, info ke saya dan saya berfikr sama teman teman akhirnya kita bikin kompos blok yang kuat tidak mudah hancur saat terkena air,” jelasnya Rabu 18 Maret 2020.

Dalam proses pembuatan saat ini dibantu 8 orang tetangga sekitar, dalam sehari pembuatan kompas blok mampu di cetak sebanyak 200 sampai 300 kompos blok perhari.

“Keunggulannya ini kompos blok adalah salah suatu media semai dan sebagai media tanam kalau untuk daerah sragen itu harapan kedepan kalau inggin menanam tanaman sayur berasal dari pegunungan bisa ditanam disini dan cukup sekali tanam di kompos blok dia bisa berkembang dan berbuah dan bisa dipanen,” bebernya.

Harga kompos blok buatan warga Desa Bandung ini rupanya juga tidak terlalu mahal, satu blok dibanderol harga Rp 4.000 dan tanah taburnya dengan harga 1000 rupiah. “Pemasaran sudah sampai Jateng, DIY, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya,” jelas Tulus.

Sementara itu, H Supardi kepala Desa Bandung ditemui di balai desa mengaku cukup bangga dengan warga yang kreatif memanfaatkan limbah lingkungan. Terlebih bernilai ekonomi dijual ke luar daerah.

“Memang itu semua dari warga, mereka mencari nafkah belajar mencari rejeki dengan bahan yang sangat murah. Sehingga timbul pemikiran dengan sekam dan kotoran sapi, ayam mereka ubah menjadi pupuk yang bisa menghasilkan uang yang cukup bagus,” jelas Supardi.

Menurut Supadi dengan adanya produksi pupuk kompos blok ini sejumlah warga Bandung mulai mendapatkan kesejahtraan,”Kesejahtraan mereka bisa mulai tercapai, dengan cara itu saya sangat bangga sekali pada warga saya bisa memangfaatkan limbah yang ada,”ungkapnya.

Selain itu, menurut Supadi saat ini setruktur dan organisasi sudah mulai dibina oleh pihak desa. “Saat ini lagi kita bina dan kita arahkan mudah mudahan nanti bisa lebih baik lagi, ya mungkin saat ini juga mereka terkendala dengan modal. Tapi desa nanti ada uang akan kita bantukan,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)