Cegah Penyebaran Covid-19, Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali Ditutup Sementara

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Dengan adanya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) saat ini juga berimbas pada museum R. Hamong Wardoyo Boyolali. Tempat yang menjadi rumah bagi puluhan koleksi benda cagar budaya dan koleksi lain di Kota Susu ini dipastikan tidak bisa dikunjungi oleh publik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali selaku pengelola bangunan yang berada di kawasan simpang Tegalwire ini mengambil kebijakan untuk menutup sementara museum tersebut untuk mencegah penyebaran virus yang sudah ditetapkan menjadi pandemi ini.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih mengungkapkan bahwa usai dibuatnya surat edaran Bupati Boyolali serta disusul dengan surat edaran dari Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, maka museum akan ditutup sementara.

“Mulai Jumat (20/3/2020) sampai tanggal 29 [Minggu (29/3/2020) ditutup untuk umum. Sambil menunggu perkembangan selanjutnya, kita wait and see [menunggu dan memantau],” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Jumat (20/3/2020).

Dijelaskan, sebelum kebijakan untuk menutup sementara, museum sempat dibuka seperti biasa, akan tetapi pengunjung dari luar Kabupaten Boyolali diminta untuk menunda agenda kunjungan ke Museum R. Hamong Wardoyo.

Selama penutupan, pihaknya akan melakukan pembersihan dan pembenahan di sekitar area museum. Salah satu pembersihan yang dilakukan yakni dengan penyemprotan disinfektan secara mandiri untuk mencegah penyebaran virus korona.

“Secara mandiri ada penyemprotan disinfektan dan untuk kebersihan, kami sudah mulai untuk menyiapkan hand sanitizer. Jadi ditutup itu kami tetap bekerja untuk berbenah,” terangnya.

Seperti diketahui museum ini memiliki koleksi sebanyak 87 jenis koleksi. Mulai dari koleksi relief, diorama, foto, arca, hingga benda cagar budaya. Selain itu, museum yang berlokasi di Tegalwire; Kecamatan Mojosongo ini juga mempunyai beberapa replika ikon terkenal di Boyolali. Seperti contohnya replika Patung Sapi Ndekem, replika Patung Arjuna Wijaya, replika Monumen Susu Murni dan replika Patung Sosro Birowo. (wan)