CEGAH COVID-19: Pemerintah Desa Pengkol Tanon Sragen Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Awasi Pemudik

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pemerintah Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sagen, Provinsi Jawa Tengah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga Selasa 31 Maret 2020. Langkah ini dilakukan untuk memutus penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Penyemprotan ini dilakukan di setiap RT di wilayah Desa Pengkol oleh warga dan ketua RT. Kepala Desa Pengkol Haryono ditemui media menyampaikan bahwa pemyemprotan dilakukan guna memutus penyebaran corona virus yang semakin menghawartirkan penyebarannya.

“Penyemprotan ini juga untuk menjaga lingkungan agar tetap aman terhindar dari virus corona,” jelasnya.

Dalam penyemprotan ini cairan Desinfektan juga di produksi sendiri yakni oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat. Hal ini mengingat sangat sulitya mendapatkan cairan disinfektan. “Iya ini diproduksi sendiri, warga kami bisa membuatnya. Ini dilakukan karena saat ini untuk mendapatkan satu botol disinfektan sangat sulit,” bebernya.

Haryono juga menguraikan selain pencegahan, pihaknya juga akan memaksimalkan semua RT dan perangkat untuk melakukan pemantauan terhadap semua warga perantau yang pulang mudik.

Sejauh ini, sudah ada 50 orang yang tiba di kampung halaman desanya. Mereka akan terus dipantau dan diberikan sosialisasi agar melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Mereka 50 orang yang baru datang itu kami minta untuk berdiam diri, kalau ada keluhan, kami minta segera melapor ke Ketua RT dan bidan desa. Kami juga memberdayakan PKK untuk memproduksi hand sanitizer, sabun, antiseptik dan bahkan desinfektan yang kita gunakan hari ini juga produksi PKK kita sendiri,” tandasnya.

Bhabinkamtibas Desa Pengkol, Dwi Santoso menambahkan agar semua waspada dengan menghindari interaksi sosial dan senantiasa menjaga jarak.

“Karena meskipun imunitas di tubuh kita kuat, lalu bersalaman dengan orang positif covid-19 dan kita tetap merasa sehat tapi kita sudah tertular. Ketika pulang ke rumah, kita sudah membawa virus itu dan kalau bersalaman dengan orangtua atau anak istri, otomatis mereka akan tertular. Bisa jadi karena imun kita kuat kita nggak apa-apa, tapi kalau orangtua kita yang mungkin nggak begitu kuat, mereka akan kena. Jadi pesan saya jaga kesehatan diri dan keluarga,” terangnya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *