Tepian Indonesia

Karaton Surakarta Hadiningrat Serahkan Pengelolaan Masjid Soejoedan Kiringan Boyolali kepada PCNU Kabupaten Boyolali

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Karaton Surakarta Hadiningrat menyerahkan pengelolaan Masjid Soejoedan Dukuh Suyudan, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali, ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Boyolali.

Serah terima ini dikemas sederhana dalam “Wilujengan Serah Panampi Masjid Soejoedan”. Hal ini mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan adanya wabah virus corona.

“Sebetulnya persiapan jauh-jauh hari dengan kemasan kirab dari Balaidesa Kiringan ke Masjid Soejoedan, tapi diganti dengan kemasan sederhana di NU Center Boyolali,” terang Ketua Panitia Kegiatan H. Khusaeni, S.Ag.

Dalam sambutannya, ketua panitia menyampaikan banyak teirma kasih kasih kepada seluruh panitia dan pihak karaton serta PCNU Kabupaten Boyolali. Dengan berbagai banyak masukan dari para tokoh NU dan Pemkab Boyolali serta pihak kepolisian, acara tetap berlangsung dengan cukup sederhana.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Boyolali Drs. H. Masruri, dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada Karaton Surakarta Hadiningrat yang telah menyerahkan pengelolaannya kepada PCNU Boyolali. “Kami siap menerima amanat ini, semoga Masjid Soejoedan dapat dikelola sebaik-baiknya oleh Lembaga Takmir Masjid NU,” tuturnya.

Meski pengelolaannya PCNU Boyolali, namun masyarakat luas masih tetap bisa beribadah di Masjid Soejoedan. “Nantinya pengurus Majelis Wakil Cabang mendampingi agar pengelolaan lebih bagus,” jelas dia.

Kenapa dikelola oleh PCNU, dengan harapan sanatnya tidak terputus. Sebab, sejak zaman Kiai Ageng Serang hingga parawali, Masjid Soejoedan tersebut menjadi pusat syiar Islam. “Sehingga ketika dikelola NU, sanatnya tidak akan putus,” jelasnya.

Sementara dari Kabupaten Boyolali, Masjid Soejoedan ini diusulkan menjadi Cagar Budaya. Sebab, peninggalan-peninggalan kerajaan di masjid tersebut masih ada sampai sekarang. Misalnya bedug dan tempat duduk Sinuhun PB X masih ada. “Maka dikelola dengan bagus agar tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, mewakili Karaton Surakarta Hadiningrat, KP Wirabumi dalam sambutannya mengapresiasi kepada PCNU Boyolali. Dia mengaku nyaman dan tenang bisa menyerahkan pengelolaan Masjid Soejoedan kepada PCNU Boyolali. “Ini merupakan babak baru karaton meneruskan raja terdahulu yaitu Syiar Islam,” terangnya.

Banyak masjid-masjid milik karaton yang tersebar di berbagai daerah. Hal ini mengingat sebelum Sinuwun PB X, syiar Islam sudah dilakukan raja sebelumnya yakni PB VI.

“Karaton Surakarta sebelum zaman Kemerdekaan sudah melakukan syiar Islam. Yakni membangun masjid-masjid untuk masyarakat. Jadi sudah dilakukan sejak tahun 1745 hingga tahun 1945 atau 200 tahun sebelum zaman Kemerdekaan RI,” paparnya.

Kala itu, Sinuwun membangun lumbung-lumbung, tapi tidak sekedar lumbung pangan tapi masjid-masjid demi kemakmuran masyarakat. Masjid diberi lahan persawahan ratusan hektare demi kemakmuran masjid. “Jadi kalau syiar Islam zaman PB X meneruskan PB VI ini sudah dilakukan di wilayah Boyolali, terutama di wilayah utara,” jelas Wirabumi.

Prosesi seserahan pengelolaan Masjid Soejoedan diawali dengan zikir tahlil. Kemudian dilanjutkan kekancingan pengelola masjid dan penandatangan nota kesepahaman. Di akhir acara doa penutup dengan harapan pengelolaan Masjid Soejoedan dapat lebih baik dan dapat mengembangkan syiar Islam seperti amanat Sinuwun. (wan)