Tepian Indonesia

PEDULI COVID-19: Alumni SMKN 1 Kedawung Sragen Bagikan Sembako kepada Warga

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Dampak virus corona atau Covid-19 turut menggerakkan elemen ikatan alumni SMKN 1 Kedawung, Sragen.

Berempati dengan kondisi warga tak mampu di lingkungan wilayah Kedawung, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMKN menggelar kegiatan bakti sosial dengan memberikan paket sembako, Rabu 6 Mei 2020.

Penyerahan paket sembako itu dihadiri langsung oleh Dr Sukiman, salah satu alumni yang sukses menggawangi sejumlah perusahaan berbasis perkebunan agro di Bandung dan guru serta karyawan SMK Negeri 1 Kedawung, Selasa 5 Mei 2020.

“Sebenarnya ada atau tidak ada covid-19, keluarga alumni SMKN 1 Kedawung sudah memprogramkan baksos ini. Rencananya akan disampaikan pas reuni akbar tanggal 27 Mei nanti. Tapi karena ada wabah covid-19 ini, sehingga pembagiannya kita alihkan sekarang,” paparnya.

Pengusaha kelahiran Kedawung, Sragen itu menguraikan, paket sembako itu digalang dari iuran alumni bersama dengan guru dan karyawan. Isinya juga masih kekurangan.

“Jangan dipandang isinya, moga bermanfaat. Ini wujud semangat gotong rotong bersama IKA, guru dan karyawan. Kita nggak berharap apa-apa, hanya memohon ridha ke Allah sehingga sumbang sih ini bisa sedikit meringankan beban sesepuh kami, warga jompo dan mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Di hadapan para warga dan lansia, Sukiman juga mengisahkan bagaimana dirinya menimba ilmu di SMKN yang dulu dikenal dengan SMKN Pertanian itu.

Ia menyebut, SMKN 1 Kedawung yang kini sudah memperluas jurusan itu, adalah aset besar pendidikan di Sragen yang harus dimanfaatkan. Karenanya ia berharap masyarakat dan orang tua tak perlu ragu untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMKN 1 Kedawung.

“Saya dulu sekolah di sini macul 4 jam, tidak diberi sangu, minumnya pakai kocoran air di sawah. Tapi Alhamdulillah, sekarang sekolahnya jadi hebat. Ternyata lulusan SMKN 1 Kedawung juga banyak yang sukses. Makanya saya sependapat, anak-anak disekolahkan di sini. Kalau maju nanti kuliah di manapun bisa,” bebernya. (reporter: Huriyanto)