Tepian Indonesia

PANDEMI COVID-19: SMPN 1 Gondang Sragen Gelar Kegiatan Belajar Mengajar Via Online Video Youtube

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Meski di tengah keterbatasan belajar mengajar saat pandemik corona atau covid-19, rupanya hal itu tidak mengurangi pembelajaran di SMPN 1 Gondang, Sragen.

Keharusan menjaga jarak dan larangan berkerumun, memaksa kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah pun ditiadakan dan diganti belajar di rumah.

Meski berlokasi di perbatasan Sragen dan Jawa Timur, sekolah yang dipimpin kepala sekolah Sapto Wasono ini ternyata tak kalah canggih dengan sekolah di kota dalam mengatasi situasi pandemi saat ini.

Ya, siapa sangka, meski dengan keterbatasan, SMP ini mampu menggelar pembelajaran jarak jauh secara langsung yang tak bisa dilakukan kebanyakan sekolah lainnya.

Sistem pembelajaran online itu bisa terselenggara berkat kreativitas dan inovasi sekolah yang mampu menyulap ruangan multimedia menjadi studio mini sebagai pusat siaran langsung.

Dari studio itulah para guru mengajarkan mata pelajaran yang disiarkan melalui live streaming di channel youtube sekolah

Saat guru siaran, semua siswa kemudian mengikuti pembelajaran secara langsung via HP mereka di rumah masing-masing.

Kepada wartawan, Wasono menyampaikan bahwa sebelum ada virus corona menyebar luas di Sragen, rupanya guru SMP Negeri Gondang sudah bekwrja keras menciptakan studio mini, hasilnya sangat luar biasa sekali dan bisa dirasakan disaat kondisi seperti saat ini.

“Jadi di saat hampir semua sekolah hanya menerapkan pembelajaran dan pemberian tugas via WA group, kami tetap bisa menggelar KBM. Siswa tetap bisa mendapatkan pelajaran maupun materi dari guru. Ini berkat kerja keras guru kami membuat studio mini ini yang bisa dimanfaatkan sebagai dapur siaran,”Kata Wasono, Senin 11 MMei 2020.

Di mana, guru tersebut setiap hari selalu memberikan tugas rumah secara online via HP ke siswa. Metode ini ternyata efektif membuat siswa untuk giat belajar dan mulai terbiasa dengan belajar serta mengirim tugas via online itu.

Dari operator atau guru, sebelumnya menyampaikan jadwal pelajaran bia group WA. Sehingga siswa bisa stand by di HP mereka saat jadwal siaran berlangsung. Masing-masing guru diberikan waktu 20-30 menit untuk siaran pelajarannya.

“Jadi setiap live pelajaran akan terlihat berapa siswa yang ikut karena di monitor studio akan menunjukkan siapa saja siswa yang online. Di akhir pelajaran, selalu diberi tugas dan dikumpulkan via HP juga. Yang nggak ikut dan nggak ngumpulkan tugas akan kelihatan,” terangnya

Karena pembelajaran online membutuhkan kuota internet, bagi siswa dari KK miskin nantinya kuota akan diganti dari dana BOS sekolah. Menurut Sapto, ada sekitar 15 siswa KK miskin yang akan diganti kuotanya.

“Tidak hanya materi pelajaran saja, di sela pembelajaran nanti akan diselani iklan layanan masyarakat tentang imbauan kewaspadaan corona. Alhamdulillah dengan pengembangan yang kita lakukan, SMPN 1 Gondang sekarang akademiknya di urutan kedua Pokja timur setelah SMPN 2 Sragen,” tukasnya. (reporter: Huriyanto)