Tepian Indonesia

Jebakan Tikus di Sawah Bikin Enam Buruh Tersengat Listrik, Bupati Sragen Yuni Ancam Pidanakan Petani Bandel

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Enam buruh tani di Sragen meninggal dunia gegara tersengat listrik jebakan tikus. Peristiwa ini memantik reaksi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Pihaknya langsung mengeluarkan larangan bagi petani di wilayahnya memasang jebakan tikus beraliran listrik di sawah. Dia memastikan akan menuntut secara pidana bagi warganya yang melanggar larangan tersebut, Kamis 14 Mei 2020.

Terdapat 7 kecamatan di Sragen yang petani masih bandel dan ngeyel menghentikan pemasangan jebakan tikus dengan arus listrik tegangan tinggi di sawah, antara lain. Sragen kota, Ngrampal, Plupuh, Sambungmacan, Tanon, Sukodono, Karangmalang.

Banyaknya petani yang meninggal berjatuhan di awal tahun hingga pertengahan tahun ini, membuat buapati Sragen langsung mengeluarkan larangan keras Stop pemasangan listrik jebakan tikus,

“Kita harus mengambil tindakan tegas, kalau tidak akan tambah banyak orang yang menjadi korban jebakan listrik untuk hama tikus,”kata mbak Yuni ditemui di ruanganya.

Selain itu, Pemkab Sragen juga sudah menggelar rapat koordinasi dengan aparat penegak hukum, terkait maraknya pemasangan jebakan tikus di persawahan ini. Baik pemkab maupun polisi, sepakat untuk melarang penggunaan jebakan tikus beraliran listrik ini.

“Dilarang memasang perangkap tikus dengan menggunakan aliran listrik, karena dapat membahayakan keselamatan jiwa. Ini peringatan keras bagi teman-teman (petani) agar bisa melihat dari kepentingan banyak pihak, tidak hanya satu pihak saja,” jelasnya.

Yuni mengaku sudah mewanti-wanti petani, saat pemasangan jebakan listrik ini mulai marak. Menurutnya, model jebakan tikus ini sangat beresiko tinggi. Namun para petani mengaku akan mengawasi jebakannya 24 jam sehari, agar tidak jauh korban manusia.

“Tapi akhirnya jatuh korban juga. Kalau kita tidak mengambil tindakan tegas, bagaimana kita melindungi warga kita? Apabila setelah kita keluarkan larangan ini petani masih memasang jebakan yang sama kemudian sampai menimbulkan kematian, kita akan tuntut secara hukum pidana,”ujarnya. (reporter: Huriyanto)