Kabupaten Sragen Terapkan New Normal di Berbagai Sektor Mulai 10 Juni 2020

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kabupaten Sragen siap menerapkan New Normal mulai 10 Juni 2020 mendatang. Beberapa sektor seperti ekonomi dan pendidikan juga akan mulai dibuka dengan beberapa penetapan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Sekda Sragen Tatag Prabawanto Kamis 4 Juni 2020. Hadir pada kesempatan ini Kapolres sragen serta Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, Danyon Shubrasta 408 Sragen.

Agenda hari itu rapat membahas persiapan New Normal Kabupaten Sragen mulai tanggal 10 Juni 2020 mendatang di ruangan Sukowati Pemkab Sragen.

Ditemui usai rapat pembahasan di ruang Sukowati, Mbak Yuni — nama panggilannya — menyampaikan bahwa peraturan New Normal akan segera dilakukan di wilayah Sragen. Hal ini mengingat selama berapa pekan ini sudah berhasil menekan angka covid-19.

“Pertambahan angka positif kemarin bukan murni dari kami di Sragen. Itu kasus impor kalau kita katakan. Dia pelaku perjalanan sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah persiapan New Normal,” kata Mbak Yuni.

Adapun beberapa kegiatan yang akan mulai di buka lagi namum dengan protokol standart covid-19.

“Tidak semua bisa dilakukan, karena sektor pendidikan masih butuh kajian serta sektor pariwisata masih perlu membutuhkan beberapa kajian yang bisa segera dilaksanakan mulai pada tanggal 10 Juni nanti adalah sektor ke agamaan sudah bisa dimulai sepanjang nanti Kemenag membuat SOP secara rinci dan rijid dan sesuai aturan Kemenag harus mendapatkan izin dari ketua gugus,” bebernya.

Sementara untuk sektor ekonomi seperti pasar, pasar ritel modern sudah siapkan dalam waktu dekat ini, adapun sanksi buat masyarakat yang melanggar nantinya bakal mendapat sanksi tegas.

“Kita punya kewenangan untuk menuntup dan regulasi ini akan kita payungi hukum dengan perbub di dalamnya pasparismen apa bila masyarakat tidak mematuhi protokol Covid-19,” ujarnya.

Bupati juga bakal menimbang kembali keputusan tersebut, pihaknya akan evaluasi selama satu bulan mengingat kondisi nanti apakah dalam waktu satu bulan ini sudah terkendalikan dengan baik sehingga sektor yang lain sudah pada dilakukan atau akan kembali lagi.

“Apa bila nanti ketika kita buka dalam satu bulan ini ada kemunduran atau penderita terkomfirmasi covid semakin banyak atau sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pengajian akbar nanti akan menjadi kajian oleh kemenag. “Karena di pengajuan akbar membutuhkan orang banyak maupun hajatan itu dari sektor ekonomi nanti kita berikan kajian dan edaran juga, bahwa misalkan mengadakan hajatanpun harus mengunakan protokol covid yang tepat, dan tamu undangan juga harus di atur kemudian di dalam juga harus penerapan jaga jarak,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)