Dua Warga Boyolali Positif Covid-19, Masuk Klaster Pasar Peterorangan Semarang

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Penambahan pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali kembali dirilis bertambah pada Selasa 9 Juni 2020. Jika sebelumnya secara akumulatif tercatat 33 orang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina menyatakan terdapat dua kasus positif tambahan yang disampaikan dalam jumpa pers di lobi kantornya.

Jadi saat ini secara akumulatif terdapat 35 orang positif Covid-19 di Boyolali. Sehingga akhirnya Boyolali saat ini ada 17 kasus positif yang menjalani perawatan, 16 kasus sembuh dan dua kasus meninggal dunia.

Kasus terbaru ini diketahui setelah dua orang tersebut melakukan pengecekan tes PCR (polymerase chain reaction) secara mandiri. Dinkes Boyolali menduga kedua warga Kecamatan Ampel tersebut tertular di Pasar Peterongan, Semarang sebagai tempat yang bersangkutan beraktivitas sebagai pedagang. Dua pasien tersebut berinisial SI (54 tahun) yang dicatat sebagai pasien 034 dan HA (19 tahun) atau pasien 035.

“Di Boyolali ada penambahan dua kasus. Kalau kemarin [Senin (8/6/2020)] ada 33 kasus, sekarang ada 35 kasus. Untuk tambahan kasus positif hari ini, diduga berasal dari klaster Pasar Peterongan, Semarang sebanyak dua orang. Merupakan hasil pemeriksaan secara mandiri,” terang Kepala Dinkes Boyolali yang akrab disapa Lina ini.

Dinkes Kabupaten Boyolali Ajak Berperilaku Hidup Bersih

Pihaknya tidak berhenti mengajak warga masyarakat Boyolali untuk tetap semangat bagaimana melawan virus Corona ini dengan berbagai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker diyakini mampu menekan penularan virus ini.

Sementara melansir data dari laman covid19.boyolali.go.id saat ini status Orang Dalam Pemantauan (ODP) aktif dalam pemantauan tercatat 29 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 43 orang masih dalam pengawasan aktif serta Pelaku Perjalanan (PP) aktif tercatat sebanyak 417 orang. Sementara untuk status Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 143 orang. (wan)