Klaster Pasar Peterongan Semarang dan Jakarta Kembali Sumbang Penambahan Jumlah Terpapar Covid-19 di Boyolali

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Lima orang yang masih satu keluarga dikabarkan terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). Tambahan kasus positif tersebut dari dua klaster. Dengan demikian positif kasus Covid-19 di Boyolali kini bertambah lagi menjadi 40 orang, sebanyak 18 orang diantaranya dinyatakan sembuh.

“Hari ini ada lima tambahan baru kasus positif Covid-19 di Boyolali,” kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, Kamis (11/6/2020).

Menurut Ratri, kedua kasus positif Covid 19 tersebut, adalah klaster Pasar Peterongan, Semarang sebanyak tiga orang dan dua orang dari klaster Jakarta.

Adapun kasus kesembuhan pasien Covid-19. Ada dua pasien yang sembuh dari paparan virus Corona, yaitu KG dari Kecamatan Ngemplak dan SP dan Kecamatan Sambi.

“Sehingga sampai saat ini di Boyolali ada 40 kasus Covid-19, yang dinyatakan sembuh 18 orang, masih menjalani perawatan 20 orang dan meninggal dunia 2 orang,” kata Ratri.

Pihaknya berharap peran serta dari seluruh masyarakat untuk menanggulangi dan juga mencegah penularan lebih lanjut dari Covid-19, benar-benar dilakukan secara gotong-royong. Utamanya kasus-kasus yang sekarang yang timbul banyak berasal dari komunitas pasar.

“Sehingga kami minta juga kewaspadaan dari seluruh anggota masyarakat yang terlibat dengan aktivitas di pasar, baik penjual, pembeli maupun yang lainnya. Jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan pencegahan covid-19,” katanya

Mengenai penambahan kasus positif Covid 19, Ratri menuturkan kasus dari klaster Pasar Peterongan tersebut merupakan satu keluarga, yaitu saudari NW (39), saudari GI (59) dan saudara HW (34). Mereka merupakan warga Desa Sranten, Kecamatan Karanggede, Boyolali dan merupakan pedagang di Pasar Peterongan.

“Mereka (ketiga pasien) melakukan pemeriksaan mandiri di salah satu rumah sakit swasta di Boyolali dan hasilnya positif Covid-19. Ketiganya kini sudah dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Boyolali,” terangnya.

Dari hasil tracking ditemukan 10 kontak erat. Dinas Kesehatan Boyolali akan melakukan pengambilan sampel swab untuk pemeriksaan PCR.
Kemudian dua tambahan kasus baru yakni saudari JM (50) dan saudara SN (55). Keduanya adalah suami istri warga Desa Ngampon, Kecamatan Ampel.

“Kasus ini (JM dan SN) merupakan klaster Jakarta. Selama 4 bulan ini hidup di Jakarta, tanggal 4 Juni lalu pulang ke Boyolali karena mengalami sakit ringan. Kemudian periksa ke salah satu fasilitas kesehatan di Boyolali, dilakukan rapid test hasilnya positif. Kemudian dilakukan pemeriksaan di RSD Covid-19 Boyolali untuk dilakukan test swab dan hasilnya sudah keluar, positif Covid-19,” pungkasnya. (wan)