Bantuan Sosial Tunai Desa Ngarum Kecamatan Ngrampal Diduga Tak Tepat Sasaran, Ini Respons Bupati Sragen Yuni

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah diduga tak tepat sasaran. Warga pun menggeruduk balaidesa setempat Senin pagi 15 Juni 2020.

Aksi warga ini mendapat respons dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Ditemui wartawan Selasa 16 Juni 2020, dia menyampaikan bahwa sudah mendapat informasi terkait aksi warga tersebut. Pihaknya bakal menindaklanjuti permasalahan data penerima tersebut yang membuat masyarakat menjadi resah.

”Sebetulnya kita sudah menyisir data itu. Tetep saja masih ada kayak beberapa waktu lalu ada saudaranya lurah dapat. Saya harapannya yang bersangkutan tahu diri biar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelasnya Selasa 16 Juni 2020.

Menurut Mbak Yuni, data penerimaan selama ini memang carut marut dan tidak ada yang sempurna. Dia membeberkan bahwa data bantuan provinsi juga terjadi dobel dengan data BST.

”Sudah diusulkan di BST masih saja diusulkan di provinsi, hal ini menjadi problem semuanya. Ada beberapa desa yang transparan menembel stiker agar tahu yang mendapat BST ini dan yang mendapat BLT DD ini. Kita instruksikan desa yang lain agar seperti itu,” bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masyarakat geram dengan Bantuan Sosial Tunai (BST). Karena beberapa tidak tepat sasaran dan justru menyasar pada keluarga perangkat desa itu sendiri.

Puluhan warga berjalan menuju balaidesa sembari membawa poster yang menunjukkan kekecewaan mereka pada pemerintah desa. Poster itu bertuliskan “BST Bantuan Saudara Tok dan Forum Peduli Ngarum”. Selain itu, mereka mempertanyakan ketepatan data para penerima BST. Karena ada temuan suami dari perangkat desa dan pensiunan juga terdaftar sebagai penerima.

Usai audiensi, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Ngarum, Iriyanto menjelaskan kedatangannya di Balai desa untuk mengklarifikasi isu miring soal penerima bantuan BST yang sudah tersebar di media sosial (medsos). Selain itu pihaknya juga kroscek data penerima bantuan yang terkena dampak Covid-19.

”Kami minta kepada kades dan perangkat lainya data penerima bantuan sosial Covid-19 dan disanggupi oleh desa. Itu kami tunggu,” tuturnya.

Pihaknya mengatakan sebagian klarifikasi dari pihak desa bisa diterima. Namun ada juga yang masih belum memuaskan. ”Masih ada yang kurang dan harus membuka data penerima bantuan. Padahal masih ada nama terdampak tapi belum dapat bantuan,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) Ngarum, Bedjo menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi untuk merevisi penerima bantuan. Dalam pelaksanaannya akan mengundang RT setempat dan BPD.

”Hasilnya yang ada kekeliruan itu nanti direvisi verifikasi, kita ngundang RT setempat dan BPD. Kalau tidak tepat dengan adanya bantuan penerima itu bisa kita tarik dan kembalikan ke pemerintah,” terangnya. (reporter: Huriyanto)