Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemkab Sragen Evaluasi Kebijakan New Normal

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pemkab Sragen sudah memberlakukan kebijakan New Normal atau kehidupan baru. Namun, setelah penerapan New Normal, justru mengalami lonjakan kasus penularan Covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Tanon.

Wilayah Tanon menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sragen. Kondisi di Tanon layak disebut sebagai zona merah karena pergerakan penularan cluster pasar Kobong Semarang. Hal ini berimbas pada regulasi new normal yang diterapkan.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Tanon bisa dinilai menjadi zona merah. Saat ini sudah terjadi peningkatan 7 kasus. Lantas kondisi ini juga menjadi kajian untuk kebijakan selama new normal ini.

”Hari ini tadi pak Wabup rapat dengan TNI dan Polri terkait penegakan aturan selama new normal,” terangnya Senin 15 Juni 2020.

Pihaknya meminta agar dilakukan tindakan persuasif untuk mengajak masyarakat patuh protokol kesehatan. Karena saat ini tidak dipungkiri sudah banyak yang abai. Seperti tanpa masker dan tidak menjaga jarak. Bupati juga mendorong ASN untuk menjadi relawan di lingkungan masing-masing.

Kebijakan new normal di Sragen ini sebagai langkah perlahan karena Kecamatan Sragen masuk zona kuning. Namun masyarakat justru europhia berkumpul tanpa jaga jarak. Pihaknya juga mengimbangi dengan melakukan rapid test massal dan tracking contack dengan orang yang kontak erat pasien positif.

Dia menyampaikan harus membuat formulasi yang pas untuk menjalankan new normal. Namun warga juga harus patuh. Karena kebijakan ini untuk menyelamatkan ekonomi warga.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr Hargiyanto menjelaskan Saat ini sudah ada 47 Kasus positif di kabupaten Sragen. Sejumlah 17 orang dirawat, satu orang meninggal dan sisanya sembuh.

Dari 7 kasus positif Covid-19 di Tanon, ada 6 orang yang berasal dari cluster Pasar Kobong Semarang. Pihaknya sudah melakukan tracking contact. Hasilnya cukup mencengangkan lantaran dari 132 kontak dengan pasien positif, ada 37 orang yang reaktif rapid test.

Contact tracking di beberapa kecamatan, namun hasil reaktif di dua kecamatan yakni Masaran dan Tanon. Di tanon ada 15 orang reaktif, sedangkan di Masaran ada 22 orang reaktif. Pihaknya menunggu hasil swab test. ”Swab dilakukan dua hari, di Selasa dan Rabu Technopark,” tandasnya. (reporter: Huriyanto)