Jengkel Jalan Rusak, Warga Sragen Nekat Unggah Foto di Medsos Jadi Viral, Ini Respons Kades Setempat

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah warga Desa Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah mengeluhkan jalan rusak akses masuk desa.

Bahkan warga kesal dan langsung diunggah di media sosial (medsos) Facebook. Warga nekat mengungah di media sosial lantaran selama ini dinilai tidak ada tindakan atau respons perhatian dari pemerintah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Senin 22 Juni 2020, keluhan warga Sragen yang tinggal di pinggiran Waduk Kedungombo (WKO) di-upload oleh akun Facebook Chentet Cchooyy.

Dalam postingannya itu ia membeberkan situasi dan kondisi keadaan kampungnya. Tidak hanya memposting kondisi jalan yang rusak ia juga memposting foto-foto warga sedang kerja bakti memperbaiki jalan risak itu dengan dihuruk tanah.

Saat dikomfirmasi wartawan, Chentet Cchooyy dengan nama asli Agus Purwanto menyampaikan, sudah bertahun-tahun tak tersentuh pembangunan.

“Sudah hampir 15 tahun rusak begini. Seingat saya, terakhir kali dibangun tahun 2005 dan nggak pernah ada perbaikan. Kalau hujan njeglong dan berkubang tambah parah, kalau kemarau gini juga menyusahkan,” kata Agusnya.

Menurutnya, jalur utama yang rusak parah itu merupakan jalan poros dan satu-satunya akses warga ke mana-mana. Saking parahnya, sudah tak terhitung berapa kali warga dan pengendara yang terjatuh akibat kerusakan jalan. Bahkan dua hari lalu, sebuah truk juga terguling akibat terperosok lubang jalan yang menganga.

Hal senada juga di sampaikan oleh Didik (50) warga Gilirejo Lama, Miri, Sragen dia menyampaikan bahwa sudah bebebrapa kali ganti pemimpin tidak ada perbaikan jalan di kampungnya.

“Sudah tiga kali ganti gubernur, 3 kali ganti bupati tidak ada pembangunan, itu kalau hujan warga sering terjatuh dan banyak warga yang mengalami kecelakaan,” bebernya.

Sementara itu, Kades Gilirejo Lama Parjo tidak menampik akan kondisi akses jalan di wilayahnya yang mengalami rusak parah. “Iya itu memang jalan kabupaten, rusak sejak tahun 2011. Kemarin sudah kita sampaikan juga ke kepala DPU saat hari jadi sragen,” jelasnya.

Dikatakan, pembangunan jalan akan dilakukan tahun ini atau tahun depan. “Katanya kalau tidak diangaran perubahan 2020 ini, ya di anggaran 2021 tahun depan,” ujarnya.

Saat ditanya akan aksi warga melakukan perbaikan jalan secara mandiri di sepanjang jalan masuk Desa Gilirejo, ia membenarkan. Sat menguruk jalan itu, warga iuran, baik dari sopir maupun warga. Harapan segera di perbaiki karena rusaknya sudah parah. (reporter: Huriyanto)