Tepian Indonesia

Hasil Rapid Test Reaktif, Seorang Perangkat Desa di Sragen Jawa Tengah Pilih Isolasi Mandiri di Kuburan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Setelah dinyatakan reaktif hasil rapid test beberapa waktu lalu, seorong perangkat desa di Sragen melalukan isolasi mandiri di kuburan.

Isolasi mandiri di tengah makam tersebut dipilih sendiri oleh Dawam (52), seorang satgas Covid-19 dan sekaligus menjabat sebagai Kasi Pelayanan Desa/Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Ia memilih makam sebagai tempat isolasi mandiri dengan alasan bisa lebih tenang dan nyaman jauh dari keramainan. Selain itu ia mengaku bisa menjaga jarak sementara dari keluarga dan orang banyak.

Ditemui wartawan, terlihat Dawam memakai peci warna hitam, kaos warna hitam dan sarung. Dia menempati bangunan samping makam Mbah H. Idris, salah satu tokoh masyarakat Dukuh Bangkle, Tanon, Sragen.

”Saya isolasi mandiri di makam Blabak Pengantolanto sejak rapid test ke dua dinyatakan reaktif. Saya langsung melakukan isolasi di makam sini. Setelah itu saya tinggal nunggu hasil swab saja, mudah-mudahan negatif,” jelasnya Selasa 23 Juni 2020.

Dawam mengaku nekat melakukan isolasi mandiri di kuburan sudah ada satu mingguan. Sementara untuk kebutuhan logistik sehari-hari dikirim sang istri.

”Sehari kadang dua kali. Ada juga kemarin teman-teman perangkat ngirim pisang. Di sini saya juga mengonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter,” ungkapnya.

Sementara itu, terdapat enam warga Desa Tanon yang dinyatakan positif covid-19 dari klaster Pasar Kobong. Sementara hasil swab test sembilan orang dinyatakan negatif semua.

Suasana malam di tengah kuburan menjadi pengalaman baru untuk Dawam bagai mana lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Selain itu ia juga mengaku ada suara-suara yang menjadi teman saat dirinya melakukan isolasi mandiri.

”Di sini bisa konsentrasi sekali untuk berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah rasa takut isolasi mandiri di makam tidak ada. Kalau malam ada suara-suara burung hantu, tapi ya wajarlah namanya juga di kuburan,” kelakarnya.

Kepala Desa Tanon Lukman Hakim membenarkan ada salah satu perangkat desanya yang melakukan isolasi mandiri di makam. Menurutnya isolasi mandiri itu dipilih sendiri oleh oleh perangkatnya.

”Satgas dilakukan rapit test dinyatakan reaktif. Yang jelas dia menghindari kerumunan maupun dengan keluarga. Itu inisiatif sendiri dari Pak Dawam mungkin sudah terbiasa sendiri,” jelasnya.

Desa Tanon dinyatakan zona merah lantaran bebarapa warga dinyatakan positif covid-19 dari Pasar Kobong Semarang. Kades Tanon mengaku saat ini kondisi wilayahnya semakin kondusif.

”Warga sudah semakin mematuhi protokol covid-19, kegiatan pengajian, yasinan dan kumpulan RT saat ini terhenti karena warganya ada yang positif,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)