Tepian Indonesia

PSHT Ranting Masaran Sragen dan Sidoharjo Menolak Keras Wacana Pembongkaran Tugu Simbol Perguruan Silat

TEPIANINDONESIA.COMSRAGEN-Rencana pembongkaran tugu perguruan silat di Kabupaten Sragen mendapat penolakan keras. Rencana pembongkaran oleh Forkopimda Sragen ini demi menjaga kondusifitas masyarakat.

Namun rencana itu mendapat penolakan keras oleh sejumlah ranting perguruan silat tingkat kecamatan. Salah satunya perguruan silat PSHT Ranting Kecamatan Masaran dan Sidoharjo.

Mereka bahkan menggelar apel di sekitar tugu. Mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan “Tak Akan Kubiarkan Tugu Kami Dihancurkan”, “Bukan Soal Uang untuk Membuat Tugu, tapi Karena Ada Lambang yang Sudah Ada di Jiwa Kami”.

Selain itu, anggota PSHT Sub Jengglong Masaran juga membawa tulisan “Berani Merusak Tugu Kami Harus Berurusan dengan Kami” dan tulisan yang bernada penolakan pembongkaran tugu lainnya.

Widodo, ketua PSHT Ranting Masaran Sragen menyampaikan sikap bahwa dirinya bersama anggota PSHT Masaran menolak wacana pembongkaran patung PSHT. ”Meminta pada Pemerintah Kabupaten Sragen untuk membatalkan rencana merobohkan tugu atau simbol pencak silat di Sragen,” tegasnya Sabtu 27 Juni 2020.

Dikatakan, simbol itu adalah salah satu kebanggaan warga perguruan silat PSHT. Maka pihaknya meminta pemkab tidak melakukan perobohan. “Kami juga meminta payung hukum yang jelas,” tuturnya.

Secara kesepatan yang digelar oleh Forkopimda di Pemkab Sragen, menurutnya semua belum sepakat. Ia meminta agar pemkab bisa melakukan peninjauan ulang.

”Kami mohon pemkab ada peninjauan ulang adanya aturan simbol berdirinya tugu pencak silat ini. Total warga PSHT di Masaran ada 7 ribu lebih terdiri dari 13 kelurahan dan terdapat tugu maupun patung sebanyak 12 tugu maupun patung yang berdiri di area tepi jalan umum,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Forkopimda Sragen bakal merobohkan patung simbol pencak silat di Sragen. Langkah ini dilakukan menyusul seringnya terjadi bentrok antar perguruan silat maupun oleh oknum tertentu dan perusakan sejumlah bangunan tugu patung simbol perguruan silat tertentu.

Keputusan itu disampaikan saat sejumlah perguruan silat di Sragen menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Sragen, Jumat 26 Juni 2020. Rakor dihadiri Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto, Ketua DPRD Sragen Suparno, dan Sekda Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto dan beberapa tokoh lainnya di ruangan Sukowati Pemkab Sragen. (reporter: Huriyanto)