Masyarakat Keluhkan Kondisi Jalan Penghubung Desa Suwatu-Gawan Tanon Sragen, Ini Alasannya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Lagi-lagi sejumlah masyarakat Sragen mengeluhkan jalan rusak penghubung desa mereka. Salah satunya yakni jalan Desa Kecik menuju Ngijo, Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Jalan sepanjang 500 meter tersebut dikeluhkan masyarakat karena sudah banyak memakan korban masyarakat terjatuh di sepanjang jalan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sugiyarto, 50, salah satu warga Desa Suwatu.

Dia menyayangkan akan kondisi jalan tersebut. Sebab banyak yang terjatuh, mulai orang pulang kerja dari pabrik hampir tiap malam hingga orang luar daerah yang belum mengenal medan daerah setempat.

“Mereka tahunya dari arah Gawan ke utara itu sudah halus semua. Dalam kecepatan tinggi, sampai sini tiba-tiba di tengah sawah itu langsung ketemu jalan rusak. Mereka kaget nginjak rem langsung jatuh,” katanya pada awak media, Minggu 12 Juli 2020.

Selain itu, saat musim hujan, kondisinya sangat parah. Namun sejumlah warga berinisiatif berama-sama menambal jalan alternatif Suwatu menuju Gawan Tanon tersebut dengan pasir dan batu (sirtu).

“Lha gimana lagi, memperbaiki jalan tinggal dikit nggak diperbaiki sekalian. Tinggal berapa meter kok nggak diterusin ngecor betonnya. Ya daripada banyak masyarakat terjatuh di lubang jalan itu masyarakat sini langsung dihuruk dengan sirtu Mas,” bebernya.

Selama ini jalan milik DPU Sragen tersebut memang sebagai jalan utama petani di wilayah Desa Suwatu dan Kecik untuk akses jalan pertanian. Banyak masyakarat yang lalu-lalang di jalan tersebut membawa hasil panen dari sawah mereka.

“Jalan ini selain akses untuk jalan alternatif menuju ke Desa Gawan maupun ke arah Sragen, jalan ini juga sebagai jalur pertanian. Sawah petani di sini sebagai penghasil padi sangat dibutuhkan petani untuk akses panen padi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Agung Mustofa, 30, warga Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen. Dia juga menyampaikan, jalan alternatif itu harapanya segera diperbaiki demi kemajuan masyarakat desa.

“Kalau mau beli buah di Gawan atau kalau mau ke Sragen, saya sering lewat sini. Ini rusaknya tinggal segini kok ngecornya nggak diselesaikan. Sayang banget ini kasihan masyarakat kalau terjatuh disini,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)