Tepian Indonesia

Ini Terobosan SDN Kedawung 2 Sragen Latih Wali Murid Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid-19

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pembelajaran daring pada era new normal sangat diperlukan. Apalagi pembelajaran bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Lantas dari SD Negeri Kedawung 2 Sragen membuat terobosan untuk mengajak peran serta wali murid aktif dalam pembelajaran sistem daring.

Pembelajaran daring merupakan hal baru yang belum dunia pendidikan saat ini. Belum banyak orang tua yang siap untuk membantu para anaknya dalam belajar melalui sistem daring. Mengetahui kesulitan tersebut SDN Kedawung 2 mengambil Gebrakan dengan mengumpulkan orang tua wali murid untuk pelatihan pembelajaran daring tersebut.

Kepala SDN Kedawung 2 Agus Muji Widodo, S. Pd, M.Pd menyampaikan, pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini pihak sekolah mengajak orang tua siswa untuk pelatihan pembelajaran daring. Apalagi siswa yang masih duduk di kelas I, II dan III yang masih tingkat awal belajar. ” Orang tua yang pegang Hape, kalau anak tersebut juga tidak mungkin,” katanya Senin 13 Juli 2020.

Upaya ini termasuk yang paling awal di wilayah kabupaten Sragen. Pelaksanaan dilaksanakan selama 4 hari untuk semua kelas secara bergantian.

Materi yang diberikan yakni melatih orang tua menggunakan aplikasi zoom, selain itu juga melatih menggunakan microsoft meeting dan WebEx Meeting. Selain juga melatih mengirim tugas menggunakan aplikasi Whatsapp.

Selain itu sekolah juga mensosialisasikan protokol Covid-19. Agar anak paham belajar di rumah. Para Guru mengajar menggunakan tripod dan earphone. Lantas mengajar seperti tengah siaran radio. Lantas penjadwalan video selama 40 menit dan pembagian tugas dari guru yang bisa diberikan melalui whatsapp. ”Kita coba bagaimana guru menjadi host dan orang tua bisa menyampaikan ke siswa,” terangnya.

Dia menyampaikan MPLS untuk siswa baru tetap dilaksanakan agar siwa mengenal sekolah. Sedangkan total siswa di SDN 2 Kedawung mencapai 192 siswa. Dengan demikian pelatihan diberikan pada sejumlah walimurid tersebut secara bergantian dengan memenuhi protokol kesehatan.

Pelatihan dimulai dari instal aplikasi hingga diskusi dengan orang tua terkait jadwal pembelajaran. Karena kendala di pelaksanaan perlu diantisipasi. Seperti wali murid yang lebih dari satu anak yangg sekolah. Selain juga sosialisasi dan kesepakatan jadwal pelaksanaan pembelajaran daring. Sekolah sudah mengantisipasi untuk siswa baru orang tua diberi syarat memiliki handphone android yang bisa layanan daring.

Pihak sekolah berupaya membantu dengan memberikan subsidi paket data untuk pembelajaran. ”Kita cari di Sragen di conter hape yang punya voucher paket data sejumlah 192 tidak ada. Rencana saya sekitar Rp 30 ribu untuk sebulan, itu ganti beli kapur dari dana BOS,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)