Tepian Indonesia

Enggan Memakai Masker, Pengguna Jalan di Sragen Terjaring Razia Tim Gabungan, Mereka Disuruh Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pemkab Sragen bersama TNI POLRI dan Satpol PP mengelar operasi masker serentak di seluruh wilayah di Kabupaten Sragen, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah penanganan virus corona atau covid-19 di Sragen yang kembali meningkat. Tindakan tegas ini dilakukan mengingat masih banyak masyarakat di Sragen masih bandel mengunakan masker saat keluar rumah.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ikut turun langsung ke lapangan, memantau langsung penindakan tegas yang dilakukan tim gabungan pada masyarakat Sragen yang ngeyel saat pergi keluar rumah tanpa memakai masker.

”Hari ini kami dari pemerintah kabupaten Sragen kerjasama TNI POLRI mengelar razia bagi masyarakat sragen yang tidak mematuhi anjuran perintah untuk memakai masker untuk sehari-hari, untuk itu keseriusan ini harus dirasakan masyarakat agar paham akan bahaya covid-19,” kata bupati Sragen, Kamis 23 Juli 2020 pagi.

Menurut mbak Yuni, alasan tindakan tegas yang dilakukan kepada masyarakat ini disebabkan angka positif virus corona kembali naik, bahkan jumlah kematian di Sragen akibat virus corona ini mencapai 3 orang, sedangkan pasien yang dirawat sebanyak 14 orang total keseluruhan hingga hari ini sebanyak 70 orang warga Sragen positif corona atau covid-19.

”Hampir dua pekan ini mengalami lonjakan yang cukup tinggi di kabupaten Sragen, masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa pakai masker itu penting, menerapkan protokol kesehatan itu wajib salah satunya dengan cara kita razia hari ini,” terang bupati.

Razia masker hari ini dilakukan serentak di 20 kecamatan di Kabupaten Sragen, bupati Sragen juga membeberkan sanksi hukuman bagi masyarakat yang nekat ngeyel tidak mengunakan masker dilakukan tindakan persuasif.

”Kita mengedepankan rasa kemanusiaan intinya adalah mengedukasi masyarakat, jadi yang tidak pakai masker kita ambil KTP nya, kita sita selama satu pekan lalu untuk mengambil KTP nanti di kantor Satpol PP, disana nanti kita juga akan memberikan penjelasan tentang covid-19 dan pentingnya memakai masker,” bebernya.

Selain hukuman penyitaan KTP. Hukuman lain juga diberikan dengan melakukan Sit Up dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Terpisah Kepala Satpol PP Sragen Heru Martono pada awak media menyampaikan bahwa belum ada 1 jam jumlah masyarakat yang tidak mengunakan masker sebanyak 50 – 75 orang.

”Tidak hanya hari ini saja, nanti kita bekerjasama dengan polsek, koramil dan kecamatan mulai besok senin seminggu 4 kali kita akan berkunjung ke kecamatan-kecamatan sampai 20 kecamatan, hari ini ada 50 personil baik TNI POLRI dan teman teman pemerintah kabupaten Sragen,” ujarnya.
(reporter: Huriyanto)