PILKADA SRAGEN 2020: PKB Tak Ingin Lawan Kotak Kosong

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Jelang pilkada Sragen 2020, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen nanti tidak melawan kotak kosong.

Keberadaan calon tunggal tentu sangat tidak diharapkan masyarakat. Lantas masih ada tiga partai besar yang memungkinkan mengusung penantang petahana.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sragen Mukafi Fadli menyampaikan, ada nama yang akan maju dalam kontestasi pilkada. Namun kabar kepastian kendaraan partai politik (parpol) yang mengusung masih belum ada kepastian.

”Kami dari PKB meyakini demi demokrasi yang baik, kami berharap ada kompetisi dan pertarungan yang sehat di 9 Desember nanti,” ungkapnya dalam Tasyakuran Harlah PKB ke-22, sekaligus pengumuman rekomendasi DPP PKB kepada pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati – Suroto Kamis 23 Juli 2020.

Mukafi meyakini demokrasi akan sehat ketika ada kompetitor daripada melawan kotak kosong. Asumsi adanya kotak kosong dipandang demokrasi tidak sejalan dengan yang diharapkan. ”Dulu kontestasi dengan kotak kosong tidak ada. Bahkan sempat dibuatkan lawan boneka. Ketika ada aturan diperbolehkan melawan kotak kosong justu mereduksi semangat kita untuk menegakkan demokrasi,” tandasnya.

Mukafi menyampaikan rekomendasi memang baru turun serentak pada momentum harlah PKB ke 22. Namun pada faktanya dukungan sudah disematkan pada pasangan Yuni-Suroto sejak awal Maret 2020 lalu.

Lantas dengan dukungan lebih dari 50 persen kursi di DPRD Sragen dia menyampaikan suara yang diraih bisa mencapai lebih dari 70 persen suara. Namun dirinya masih menghormati proses karena ada tiga partai besar yakni Golkar, Gerindra dan PKS yang belum mengambil sikap dukungan.

”Melihat semangat dari Pak Sukiman hari ini yang gambarnya terpasang menyeluruh di Kabupaten Sragen, kami berharap ada kontestasi,” bebernya.

Sementara Bakal Calon Wakil Bupati Suroto menyampaikan rekomendasi yang diturunkan PKB merupakan suatu kehormatan. Dia menilai dipercayanya dirinya sebagai bakal calon wakil bupati merupakan suatu sejarah. ”Saya optimis utara bengawan suara kami mencapai 75-80 persen,” bebernya. (reporter: Huriyanto)