Tepian Indonesia

Diduga Jadi Korban Janji Palsu, 17 Pemilik Galian C Berizin di Sragen Tak Dapat Proyek

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah 17 pemilik galian C berijin di Sragen ditengarai menjadi korban janji palsu ketua LSM Pusaka Nusantara. Pasalnya, mereka diduga dimintai surat dukungan dengan iming-iming memenangkan proyek dan mendapat pekerjaan.

“Endingnya sangat mengejutkan, 17 rekanan tersebut memang menjadi pemenang lelang. Namun ironisnya, 17 pemilik galian C diberi harapan palsu oleh saudara ketua, karena mereka tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Pemenang proyek dan yang mendapat pekerjaan malah rekanan dari luar daerah Sragen,” beber Wakil ketua LSM Pusaka Nusantara Wagiyanto alias Wagon, Selasa 28 Juli 2020.

Dijelaskan Wagon, awalnya dia bersama Eko Prihono selaku sekretaris dan ketua LSM Pusaka Nusantara mendatangi kantor ESDM Wonogiri pertanyakan seputar ijin galian C di Sragen. Namun selanjutnya, tanpa sepengetahuan pengurus lain, ketua LSM Pusaka Nusantara mendatangi salah satu pemilik galian C memintakan tanda tangan surat dukungan sebagai salah salah satu syarat lelang proyek.

Jumlah memang sangat fantastis, sebanyak 17 paket pekerjaan yang mayoritas dari luar Sragen. “Maka dengan salah satu persoalan itu meminta pertanggung jawaban saudara ketua untuk laporan kegiatan lembaga kami selama ini. Karena sebelum ada pertanggung jawaban itu, kami tidak akan menyerahkan surat pengunduran diri tersebut,” tandas Wagon.

Menurut Wagon, bila secara logika dan berpikir akal sehat, saudara ketua itu siapa dan pangkat jabatannya apa. “Kok bisa meloloskan 17 paket pekerjaan,wong satu paket pekerjaan saja, orang Sragen banyak rontok. Mosok hanya mengandalkan keberuntungan,” beber Wagon.

Wagon juga mewanti-wanti, bila saudara UJ tidak mau jujur dihadapan pengurus dan anggota lainnya, akan banyak masalah lagi yang muncul, terkait indikasi makelaran proyek.

“Persoalan dugaan makelaran proyek ini akan menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membakar siapa saja. Entah itu penyedia jasa maupun dinas terkait. Ingat itu!!!,” tegas Wagon.

Bendahara LSM Sutrisno menambahkan, indikasi pengkondisian dan pemberian fee soal pekerjaan proyek terhadap saudara ketua LSM Pusaka Nusantara saat pertemuan dengan salah satu rekanan di Solo.

“Kebetulan dalam pertemuan itu, saya ikut hadir selain membicarakan pekerjaan juga soal fee proyek. Tapi setelah itu saya tidak dilibatkan lagi. Parahnya, setelah itu tidak ada komunikasi dengan para pengurus, termasuk keuangan LSM Pusaka Nusantara juga kosong,” ungkap Sutrisno.

Sementara ketua LSM Pusaka Nusantara enggan memberikan penjelasan kemelut di lembaganya tersebut. “Apa lagi yang mau dijelaskan, karena mereka sendiri juga sudah mengundurkan diri. Saya malah bertanya mereka sudah ada di lembaga lain sejak lama. Maka kami malah bertanya, kenapa minta pertanggung jawaban,” papar Ujang melalui pesan singkatnya melalui WA.

Disisi lain Kepala DPUPR Sragen Marija, dalam persoalan itu dinasnya tidak tahu menahu dan tak mempunyai hubungan apapun. “Itu lebih ke ranah persoalan pribadi dan internal antar mereka. Dinas tak berhubungan dan tidak tahu menahu persoalan tersebut,” jelas Marija. (reporter: Huriyanto)