Hama Tikus Menggila di Sragen, Komunitas Pemburu Tikus Terjun ke Sawah

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Hama tikus di wilayah Sragen semakin menggila. Sejumlah penembak dari komunitas pemburu tikus pun terjun ke sawah malam hari, Senin 3 Agustus 2020.

Cara memburu tikus sawah saat malam hari digagas langsung oleh anggota DPRD Sragen Sukimin atau sering dipanggil Keling. Pihaknya menggandeng komunitas pemburu tikus Hunter X Hunter di wilayah persawahan Kecamatan Plupuh.

“Hama tikus ini semakin hari semakin memprihatinkan. Para petani mengeluhkan serangan hama tikus ini setelah kemarin tanam padi dan dikasih pupuk. Tanaman padi pada rusak semua gara-gara tikus,” jelasnya.

Menurut Sukimin, petani yang hanya mengandalkan penghasilan dari sawah saat ini mengalami kerugian yang cukup besar. Bahkan beberapa petani di Desa Karanganyar, Plupuh mulai dihantui akan gagal panen.

“Akibat hama tikus petani mengalami kerugian yang tinggi soalnya banyak yang rusak. Di sawah saya ada 5 hektar itu aja perseper empat hektar habis dari tanam habis dua juta. Bahkan tanaman melon kami modal 135 juta sepersenpun kita tidak dapat kembalian,” bebernya.

Sementara itu, Suwondo, kebayan 1 Dukuh Kajok, Desa Karanganyar, Plupuh, Sragen mengapresiasi langkah pembasmian hama tikus ini. Menurutnya, permasalahan tikus ini juga sudah dibahas oleh pemerintah desa bagai mana penanganan.

“Hama yang lain seperti wereng, belalang atau yang lain masih mudah untuk dikendalikan. Tapi untuk hama tikus ini kita benar benar harus ekstra,” ujarnya.

Suwondo berharap agar permasalahan ini segera mendapatkan solusi yang terbaik dari pemerintah. “Lahan di sini adalah lahan tanah tadah udan dan lahan disini juga penyumbang padi di Sragen, semoga segera ada solusi dari pemerintah,” harapnya.

Terpisah, Doni Muhammad Tofik, anggota Hunter X Hunter Sragen menyampaikan, anghota yang diterjunkan pada malam ini sebanyak 30 orang. Mereka berhasil membasmi ratusan tikus baru beberapa menit saja.

“Kita setiap malam baksos membantu petani di wilayah Sragen. Semalam bisa dapat 500 tikus. Kami hadir dari berbagai wilayah di Sragen. Ada juga yang di perbatas Karanganyar tiap malam kita bantu petani dimana yang membutuhkan,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)