Peduli Kekeringan, Komunitas Pawartos Droping Air Bersih Untuk Warga Kragilan Desa Pucangan Kartasura Sukoharjo

TEPIANINDONESIA.COM-SUKOHARJO-Musim kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat. Seperti warga Kragilan, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Kondisi ini menarik simpati komunitas Pawartos. Yakni melakukan droping air bersih ke desa tersebut Kamis 20 Agustus 2020. “Untuk hari ini kami mulai mengirim air bersih ke Kragilan dua tangki,” terang Suradi, ketua bidang organisasi Pawartos.

Selama kurun waktu dua tahun, Kragilan, mengalami kemarau. Pada tahun 2019 terjadi selama 5 bulan sejak Idul Fitri hingga masuk musim penghujan sekitar November. “Mendengar kabar tersebut, makakami dari tim Pawartos menginisiasi menggelar droping air bersih untuk Kragilan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sudarsono, ketua RW 15 menuturkan, pada mulanya Kragilan belum pernah mengalami kekeringan. Namun setelah adanya sumur dalam dari PDAM yang terletak di antara Desa Sorogenen dan Desa Kragilan, warga mulai merasakan berkurangnya debit air sumur.

PDAM mulai pembangunan sekitar tahun 2018, kemudian warga Kragilan merasakan dampaknya pada tahun lalu pascalebaran. Lantas warga harus mengambil air dari belik yang dibuat dekat sungai karena air sumur sudah mengering.

Bahkan ada sebagian warga yang mengambil air di SPBU, musala, dan tetangga desa sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. “Warga setempat menduga bahwa masalah kekeringan yang terjadi di wilayah Kragilan berhubungan dengan masalah PDAM yang mulai beroperasi di desa sekitar sini,” ungkapnya.

Kepala Desa Pucangan Budiyono mengatakan, terkait masalah ini sudah ada mediasi antara pihak Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan pemerintah desa. kemudian didapat keputusan untuk mengurangi debit aliran pipa dari 15 liter per detik menjadi 5 liter per detik.

Solusi tersebut dirasa berhasil karena pada saat itu didukung dengan curah hujan yang masih tinggi. namun setelah curah hujan turun kekeringan mulai terjadi lagi.

“Pihak PDAM pernah menawarkan kepada warga kragilan untuk bantuan pemasangan pipa secara gratis namun tetap membayar untuk bulanan. Tawaran ini ditolak warga karena merasa air di sekitar Kragilan merupakan hak mereka,” katanya. (Kristiadi)