Lonjakan Positif Corona Cukup Tinggi, Kabupaten Sragen Masuk Zona Merah, Ini Penyebabnya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Darurat! Angka lonjakan masyarakat Sragen terpapar positif corona (Covid-19) semakin meningkat. Hal ini dinilai dipicu masyarakat yang mulai tidak tertib mengikuti protokol kesehatan. Bahkan sejumlah masyarakat sudah mulai abai dan jenuh akan wabah pandemi ini.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, status Kabupaten Sragen sudah masuk zona merah covid-19. Lonjakan kasus positif cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. “Ini menjadi parameter yang membuat Sragen kini sudah berubah jadi zona merah,” katanya Senin 7 September 2020.

Tak hanya tingkat kabupaten, bahkan semua kecamatan atau 20 kecamatan yang ada di Sragen sudah berubah dari oranye ke merah.

“Dampaknya, Sragen zona merah. Semua kecamatan juga sudah merah. Tidak ada lagi yang oranye. Hijau juga nggak ada. Sekarang sudah merah semua,” kata Mbak Yuni.

Yuni menjelaskan, status zona merah itu didasarkan realita lonjakan kasus dalam beberapa hari. Kemudian ada 15 item atau indikator lain yang merujuk pada penambahan kasus dalam jumlah signifikan.

Bahkan dalam tiga hari terakhir, angka penambahan meroket sebanyak 97 kasus. Rinciannya, Jumat (4/9/2020) sebanyak 51 kasus, Sabtu (5/9/2020) naik 40 kasus dan Minggu (6/9/2020) tambah lagi 6 kasus.

Sedangkan total kasus hingga hari ini sudah mencapai 338 kasus dengan 18 meninggal dunia. Dari kasus yang ada, Bupati menyebut klaster tenaga kesehatan atau nakes menjadi paling dominan. Kemudian klaster-klaster lain dan pelaku perjalanan juga ada.

Terkait tingginya jumlah pasien positif dari kalangan tenaga kesehatan, bupati menyebut hal itu tak lepas dari risiko yang mereka hadapi dengan lingkungan kerjanya. Selain itu, intensifnya tes swab yang dilakukan juga membuat peluang penambahan positif semakin tinggi.

“Di RSUD Sragen itu ada 400 nakes. Tiap hari ada 100 orang yang diswab. Ya sudah, hitung saja sendiri, kalau hasilya bertahap akan keluar otomatis hasilnya yang positif akan nambah terus dan terus. Karena Sragen termasuk daerah di Jateng sebagai daerah yang rajin sesuai perintah Pak Presiden untuk melakukan swab tiap hari,”ujarnya.

Hingga Senin 7 September 2020, warga Sragen masih diminta agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap jaga jarak dan mengunakan masker serta selalu cuci tangan setelah keluar rumah. (reporter: Huriyanto)