Tragis, Warga Ngargosari Sumberlawang Sragen Dipatok Ular Bandot hingga Luka Parah

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Tragis, Wagiyo (58), warga Kampung Jatirejo RT 19, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah dipatok ular bandot hingga melepuh dan bengkak. Bahkan tangan kanan Wagiyo mulai mengalami kerusakan kulit sampai berwarna hitam membusuk.

Kronologi kejadian tragis itu bermula saat Wagiyo selesai bersih- bersih bersih kebun yang tak jauh dari rumah, duduk istirahat diatas batu. Tanpa disadari di sela sela batu tempat istirahat Wagiyo terdapat satu ekor ular berbisa jenis Bandot, seketika langsung mengigit tangan kanan Wagiyo, Senin 28 Agustus 2020 Pukul 08.00 WIB.

Pasca digigit ular ganas jenis Bandot itu Wagiyo langsung merintih kesakitan, bahkan membengkak dan melepuh, namun sangat disayangkan kondisi Wagiyo semakin hari semakin memprihatinkan karena telat penanganan medis.

Mendapat informasi tersebut, PMI Kabupaten Sragen dipimpin Munif mendatangi Wagiyo dirumahnya, PMI yang telah datang tersebut berencana menjemput Wagiyo untuk dibawa ke rumah sakit umum Sragen untuk penanganan lebih lanjut, karena melihat kondisi tangan Wagiyo semakin memprihatikan mulai terlihat membusuk. Kedatangan PMI untuk membujuk Wagiyo berobat di dokter spesialis rupanya di tolak sia-sia oleh Wagiyo.

Wagiyo yang terbaring lemah dan tak berdaya di atas tempat tidur itu mengatakan bahwa dirinya tidak mau dibawa ke rumah sakit oleh rombongan PMI yang sore ini jauh jauh datang,”Iya kita datang kesini bersama rombongan rencananya mau membawa bapak Wagiyo ke rumah sakit, tapi beliau menolak untuk dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulance PMI,” ujar Munif pada wartawan dirumah Wagiyo, Rabu 30 September 2020.

Sementara itu, Kepala Desa Ngargosari Sriyono menyampaikan pihaknya sudah merayu Wagiyo untuk segera dilakukan penanganan oleh dokter ahli dirumah sakit yang disarankan oleh tim PMI,”Iya benar mas digigit ular, harapan saya ini segera dilakukan penanganan. Tapi bagaimana lagi bapaknya tidak mau, sudah kita bujuk dari kemarin mas,”kata Kades Ngargosari.

Sriyono membeberkan alasan Wagiyo menolak dibawa berobat ke rumah sakit dikarenakan ia trauma dengan kejadian yang menimpa tetangganya,”Iya bapaknya takut trauma, dulu warga sini pernah digigit ular seperti pak Wagiyo ini dirumah sakit dirawat beberapa hari namun nyawa tidak bisa tertolong,”bebernya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wiyono Legi (59) tetangga Wagiyo menurutnya kejadian di patok ular dikampung ya sering terjadi, apa lagi setiap pergantian musim dari kemarau ke penghujan banyak ular yang masuk ke pekarangan rumah maupun didalam rumah warga.

“Banyak warga sini yang menjadi korban gigitan ular berbisa mas, terakhir pak Wagiyo ini, ini belum diobatkan mas, katanya takut trauma tetangga pernah mengalami hal seperti ini hinggal meninggal dunia,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)