Lebih Dekat dengan Polisi Muda Polres Sragen Bripda Muchamad Roso Sejati yang Suka Blusukan ke Pelosok Desa, Ini yang Dilakukan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sosok Bripda Muchamad Roso Sejati diam-diam ternyata suka blusukan ke daerah daerah terpencil. Gaya blusukan anggota kepolisian Satlantas Polres Sragen ini dilakukan untuk membantu orang-orang yang kesulitan.

Selain itu, sebagai anggota polisi yang melayani dan mengayomi masyarakat. Bripda Muchamad Roso atau sering dipanggil dengan mas Roso ini juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Salah satunya yakni membantu masyarakat Sragen yang sedang mengalami krisis air bersih ditengah musim kemarau. Roso yang menyisihkan uang pribadinya dari gaji sebagai anggota polisi membelikan beberapa tangki air bersih pada masyarakat Dukuh Tlebuk RT 19 dan Dukuh Sidorejo RT 20 Desa Jekani Kecamatan Mondokan dan warga Miri.

Droping air bersih dibeberapa wilayah Roso lakukan lantaran dirinya sudah tak tahan lagi melihat masyarakat mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dimusim kemarau seperti ini.

“Alhamdulillah semoga air ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan mas, ya kalau kegiatan sosial ke masyarakat setiap bulan mas, biasanya bingkisan sembako tapi kali ini saya alihkan ke air bersih karena saat ini musim kemarau sebagian masyarakat mengalami kesulitan air.” kata Bripda Muchamad Roso Sejati pada Tepian Indonesia.com pada saat droping air bersih di Desa Gilirejo Lama, Miri, Senin 5 Oktober 2020.

Kepedulian terhadap masyarakat kecil, Bripda Muchamad Roso polisi muda Polres Sragen rupanya termotivasi dari pernyataan Irjen Pol Drs. Sutrisno Yudi Hermawan selaku As SDM Kapolri. “Mumpung dadi polisi tulungen wong sak akeh-akehe. Muga-muga Gusti Allah Bulung awakmu kan keluargamu,” katanya menirukan motivasi seniornya.

Tidak hanya itu pesan pribadi dari orang tua untuk membantu orang miskin juga disampaikan oleh almarhum kakek Bripda Muchamad Roso untuk peduli dan menolong orang kecil. “Pesan Simbah, apa ae pegaweane nek dilakoni kanthi ikhlas insya Allah berkah, ltu pesan alm Mbah Kakung sama Mbah Putri seperti itu sejak belum jadi polisi sampai jadi polisi pesen Simbah ya itu,” bebernya.

Total ada 4 tangki air bersih dibagikan pada masyarakat Mondokan dan warga kecamatan Miri. Wulandari (32) warga Desa Gilirejo lama, Miri mengatakan sangat terbantu akan bantuan droping air bersih di desanya, menurut Wulan sudah 3 bulan dirinya bersama warga yang lain kesulitan air bersih.

“Terimakasih banyak pak polisi sudah membantu kami, jauh jauh dari sragen membawakan air ini untuk kami. Ya keaulitan air udah ada 3 bulan mas, kalau untuk air sehari hari kita beli galonan itu harganya ya cukup mahal, satu galon harganya 4 ribu rupiah,” ujarnya.

Rencana air yang dibagikan ini warga akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti masak minum dan mandi,”Recana nanti buat masak dan minum dan kebutuhan yang lain mas, ini bisa meringankan kami beberapa hari kedepan kita tidak beli air,” jelasnya.

Sesekali terlihat, belasan anak di pinggiran Waduk Kedung Ombo ( WKO ) wilayah miri juga beramai-ramai dan datang ke lokasi droping air untuk meminta izin mandi bareng bareng, terlihat sorak sorak gembira bercampur bahagia terlihat di wajah anak anak Desa Gilirejo Lama, tak malu-malu mereka mandi bareng bareng disamping truk tangki air beraih.

“Rasanya enak seger, airnya dingin banget. Iya saya dah dua hari tidak mandi soalnya tidak ada air, ini tadi bisa mandi karena ada air dari pak polisi.” kata Ibra (13) bocah yang masih duduk dibangku SMP di wilayah kecamatan Miri.

Sementara itu, Sekdes Gilirejo Lama Pasidi mengapresiasi positif kegiatan sosial droping air bersih yang dilakukan di wilayahnya.

“Di Gilirejo lama ada 4 dukuh yang mengalami kekeringan air bersih, kami sangat terbantu sekali bagi masyarakat kami yang saat ini mengalami kekeringan, sehingga dengan bantuan air bersih ini bisa membantu mencukupi kebutuhan air tiga sampai 4 hari kedepan, mereka tidak ke ladang atau beli air, karena sudah dibantu oleh anggota kepolisian polres sragen tadi.” ujarnya. (reporter: Huriyanto)