TPP Kabupaten Boyolali Partisipasi Pemecahan Rekor MURI Penerbangan Layang Layang Batik Terbanyak se-Indonesia

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Tenaga Pendamping Profesional (TPP) seluruh Indonesia memecahkan Rekor MURI menerbangkan layang layang batik terbanyak secara virtual Selasa 6 Oktober 2020.

Event yang digagas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar ini dikemas dalam Gebyar Layang Layang Batik (Gelatik) 2020.

Tema yang diangkat dalam event ini adalah “Dari Pendamping Desa untuk Batik Indonesia”. Yakni diterbangkan di 434 kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan di Kabupaten Boyolali, TPP Boyolali berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI dengan menerbangkan layang layang ini di Desa Wisata Bukit Wonopotro Dukuh Glagahombo, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

TPP Kabupaten Boyolali menghadirkan satu tim dengan anggota sebanyak 21 orang. Mereka bertugas menerbangkan layang-layang batik sebanyak 10 buah. “Momen ini sangat berkesan. Karena tempat dipilih di pinggir Waduk Klego yang mana anginnya cukup kencang,” terang Koordinator P3MD Kabupaten Boyolali Sigit Prihandono, Selasa 6 Oktober 2020, di sela penerbangan layang layang.

Selain tempatnya mendukung, pihaknya juga mengapresiasi pendamping desa di Kabupaten Boyolali, khususnya dan umumnya di Indonesia yang sudah kompak memecahkan rekor MURI menerbangkan layang layang batik terbanyak.

“Kesempatan event ini dapat diambil hikmahnya. Jadi pendamping desa harus bisa terbang tinggi memberikan yang terbaik untuk masyarakat desa,” tegas dia. Sebelum menerbangkan layang layang batik, para pendamping desa di Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi di Pendampa Glagahombo.

Dalam rakor tersebut membahas terkait kinerja pendampingan bagi para pendamping desa di Kabupaten Boyolali. Kemudian dilanjutkan makan siang di Griyo Sate Glagahombo, makanan khas Glagahombo yang dirintis oleh Ikatan Kerukunan Keluarga Glagahombo (IKKG). Mereka yang puluhan tahun sukses merantau berjualan sate dan tongseng kambing, kemudian membangun kuliner khas di tanah kelahirannya. (wan)