Krisis Air Masih Melanda di Wilayah Sragen, Komunitas Air untuk Indonesia Droping Air Bersih

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Dilanda krisis air bersih sejak empat bulan, sejumlah wilayah di Sragen pantik empati dari sejumlah komunitas. Salah satunya Komunitas Air untuk Indonesia.

Melihat kondisi krisis air ditujuh kecamatan di Sragen seperti Kecamatan Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar kemarin Komunikasi yang terdiri dari anak anak muda ini tergerak untuk membantu, salah satu aksinya mengirimkan 8 tangki air bersih pada masyarakat Sumberlawang yang terdampak kemarau 2020.

Droping dipusatkan di wilayah kekeringan terparah yakni Dukuh Kowang Ngargotirto dan Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang dan di Miri.

Ditemui wartawan, Pendiri Komunitas Air untuk Indonesia asal Sragen, Nariswari Salsabiela mengatakan, droping digelar dari dana donasi yang terkumpul sejak digalang open donation beberapa hari terakhir. Donasi digalang secara terbuka mulai dari teman alumni SD, SMP hingga kuliah serta kalangan umum di berbagai wilayah Sragen maupun se-Indonesia.

“Kami baru terbentuk bulan Oktober ini. Kemarin langsung kita open donation, Alhamdulillah banyak rekan yang tergerak menyumbang donasi. Dari mana-mana dan hari ini kita salurkan donasi dalam bentuk 8 tangki air bersih,” kata Ela, Sabtu 24 Oktober 2020.

Menurutnya, wilayah Sragen dipilih sebagai lokasi baksos karena komunitasnya kebetulan dirintis di Sragen dan sebagian pendiri juga berasal dari Sragen.

Ela menyampaikan secara rutin, ke depan aksi serupa akan terus dilakukan dengan penggalangan donasi serta disalurkan ke wilayah yang membutuhkan.

“Karena kita melihat di Sragen masih banyak daerah yang kering dan tiap tahun mengalami krisis air. Itulah yang menggerakkan kami dan teman-teman untuk merintis Komunitas Air untuk Indonesia. Alhamdulillah, responnya bagus dan ini project pertama kami membantu warga krisis air. Nanti tidak hanya berhenti hari ini, donasi akan kita buka terus dan nanti disalurkan sesuai yang membutuhkan,” bebernya.

Co-Founder Komunitas Air Indonesia, Ikhsan Putra Budiman menyampaikan selain tergerak melihat penderitaan warga di wilayah krisis air, aksi sosial itu juga untuk menggugah kepedulian atau awareness di kalangan muda.

Ia memandang selama ini masih banyak anak muda yang belum terlalu sadar akan pentingnya air sehingga terkadang masih sering boros dan membuang-buang air. Padahal bagi warga di wilayah kekeringan, keberadaan air menjadi sangat berharga.

“Lewat komunitas ini, kami juga ingin mengedukasi dan mengajak semua pihak untuk berhemat air. Teman-teman bisa ikut tergerak dan terbuka bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan air. Makanya kami dari komunitas ini, mengajak semua untuk sedikit berbagi dan peduli dengan air serta nasib sesama saudara di wilayah krisis air,” terang Ikhsan.

Kehadiran bantuan droping dari Komunitas Air Untuk Indonesia itu pun langsung disambut suka cita warga. Tuginem (72) nenek asal Dukuh Ngroto, Ngargosari, Sumberlawang mengaku sangat berterimakasih dibantu air bersih.

Sebab sudah hampir lima bulan, ia dan warga di wilayahnya kesulitan mendapat air bersih. Keringnya sumur-sumur, memaksa warga harus mencari air ke sumur di sawah dengan kapasitas yang terbatas dan kondisi yang kurang layak.

“Itupun harus ngantri dan jalan jauh Mas. Kalau air dari sawah itu nanti untuk mandi, nah kalau ada bantuan gini nanti kita pakai untuk masak dan minum. Seneng banget mas dapat bantuan air,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)