INI STRATEGI MARKETING ONLINE RINTISAN AGROWISATA SENDHANG KAMULYAN DI MASA PANDEMI COVID-19

TEPIANINDONESIA.COM-KARANGANYAR-Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) berdampak yang cukup besar di berbagai sektor di Indonesia, khususnya di bidang usaha.

Penyebaran COVID-19 tentunya telah mampu mengubah tatanan dunia, terlebih dalam industri bisnis. Selama pandemi COVID-19 banyak bisnis mulai menurun penjualannya secara drastis, dan bahkan ada pula yang sampai menutup bisnis yang telah dibangun sebelumnya.

Kondisi ini mengharuskan bagi pemasar untuk memperbarui sistem penjualannya agar tetap mampu bersaing di era saat ini. Salah satu kiat usaha yang dilakukan untuk mewujudkan sistem ini adalah dengan pemasaran online yang diharapkan dapat memperbaharui sistem pemasaran konvensional yang telah lebih dahulu difahami oleh masyarakat.

Pada dasarnya sektor pertanian adalah bisnis yang menjanjikan. Karena menyangkut sektor kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, pada masa pandemi seperti ini banyak kendala terkait dengan aspek pemasaran konvensional. Hal ini dikarenakan himbuan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari kerumunan. Terlebih produk pertanian mempunyai karakteristik mudah busuk, rusak (perishable) sehingga tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama.

Sendhang Kamulyan merupakan area agrowisata yang terletak di dukuh Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Agrowisata ini menjadi menarik dan terbilang spesial karena merupakan inovasi penggabungan konsep antara edukasi dan agrowisata di lahan kampus.

Sendhang Kamulyan didanai melalui skim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/ Badan Riset Inovasi Nasional. Program ini beranggotakan Mei Tri Sundari, S.P., M.Si, Dr. Suminah, M.Si, Raden Kunto Adi, SP., MP. dan Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si.

Saat ini Sendhang Kamulyan memproduksi berbagai macam sayuran (baby timun, bayam merah, bayam hijau, terong, kacang panjang, kangkung), buah (tomat cherry), bibit (cabai, terong, tomat), lele, tanaman hias, bibit tanaman buah.

Menghadapi masa pandemi ini Sendhang Kamulyan menggunakan strategi marketing online menggunakan sosial media instagram (sendhang.kamulyan) facebook (sendhang.kamulyan), katalog di whatsapp bisnis dan e-catalog. Marketing online dipilih karena selama pandemi ini orang lebih sering menggunakan handphone untuk berbelanja.

Dengan strategi ini, produk bisa tetap dipasarkan dengan jangkauan pasar lebih luas. Selain marketing online, Sendhang Kamulyan juga membuat video edukasi seri pengetahuan tentang dunia pertanian melalui channel youtube (d3agribisnissvuns). Dengan strategi ini diharapkan nama Sendhang Kamulyan dapat dikenal lebih luas. (Rohimah)