Serangan Hama Tikus di Sragen Bagian Barat Kian Ganas, Semalam Petani Ringkus Ratusan Ekor

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Serangan hama tikus semakin merajalela di wilayah Sragen bagian barat. Seperti yang terjadi di Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan, Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Sudah beberapa minggu ini hama tikus merusak benih padi milik petani.
Sejumlah petani bahkan terancam gagal tanam di awal musim penghujan kali ini, ada juga beberapa petani memilih kembali menebar benih di sawah dengan mengunakan pengawasan ekstra dijaga setiap malam hari.

Dirjo Wiranto (62), salah satu petani menuturkan, sudah dua kali membeli dan menebar benih bibit padi di sawah. Namun selalu saja rusak ludes di makan tikus.

“Sudah dua kali saya menebar bibit padi disawah sini akan tetapi selalu saja apes, benih baru ditebar maupun yang sudah mulai tumbuh jadi santapan empun Tikus setiap malam,” katanya Selasa 10 November 2020.

Hama tikus di Gading, Tanon diketahui menyerang sawah para petani ketika malam hari. Yakni mulai habis salat magrib hingga azan subuh.
Akibatnya kerugian dan gagal tanam menghantui para petani.

“Padahal kemarin beli benih padinya itu satu plastik harganya 75 ribu, bibit pertama habis 4 plastik tapi habis pembibitan kedua juga 4 plastik lagi tapi juga dirusak tikus,” beber Dirjo.

Untuk meringankan beban petani akibat hama tikus, sejumlah pemuda di desa Gading ramai-ramai berburu tikus untuk menekan perkembangan tikus di lingkungan sawah petani.

Aksi sosial itu digawangi oleh Khoiri (35), Kasno (34), Andi (25), Yanto (27). Empat pemuda tersebut setiap malam berburu tikus di sawah dengan mengunakan senapan angin, pemukul kayu dan senter.

Menurut Khoiri sekali berburu tikus dari jam 20:00 wib sampai dengan pukul 24:00 wib ratusan ekor tikus berhasil dilumpuhkan. “Iya kemarin bisa dapat banyak mas 100 ekor tikus ada mas kita masukin karung. Kalau setiap hari bisa dapat ratusan ekor,” jelasnya.

Kegiatan berburu tikus membantu petani dalam menjaga tanaman itu dilakukan secara sukarela tanpa di bayar, itu mereka lakukan melihat kondisi petani setiap hari semakin sulit.

”Ini kita lakukan untuk membantu petani mas, petani mau tanam padi kayak gini susah gara gara tikus, apa lagi nanti kalau udah panen padinya dijual lakunya harga murah, makanya kita bantu petani karena disawah itulah petani bisa mendapatkan penghasilan dan dari bertanilah bangsa ini bisa makan nasi,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)