Jelang Coblosan, Satu Pegawai KPU Sragen Positif Covid-19, Komisioner dan Staf Jalani Swab

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN– Seorang pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen terpapar Covid-19. Seluruh komisioner dan staf KPU menjalani tes swab. Pegawai yang menjabat salah satu Kepala Sub Bagian (Kasubag) diduga tertular dari keluarganya.

“Itu dari istrinya yang positif. Setelah istrinya positif dia meminta isolasi mandiri dan dia dinyatakan juga positif,” beber Ketua KPU Sragen Minarso saat dijumpai wartawan di Kantornya, Kamis 3 Desember 2020.

Minarso mengatakan semenjak ada satu pejabat yang dinyatakan positif Covid-19, langsung dilakukan tracing untuk memutuskan penularan di Kantor KPU. Minarso menegaskan, sejak dinyatakan positif yang bersangkutan belum pernah masuk ke kantor. “Tapi sejak dinyatakan positif belum pernah ngantor,” ujarnya.

Namun sebagai bentuk antisipasi dan screening seluruh komisioner, sekretaris dan seluruh karyawan di swab. Pihaknya harus menjamin pelaksanaan Pilkada Sragen 9 Desember.

“Kita menjamin ketenangan masyarakat, PPK, PPS, nanti kalau ada pegawai KPU terkena yang biasanya rapat bersama. Akhirnya kita menggunakan langkah cepat, tidak rapid, tapi langsung swab dan hasilnya komisioner negatif,” ungkapnya.

Sedangkan pejabat dan staf KPU lainnya saat ini masih menunggu hasil swab dari Dinas Kesehatan. Menurut Minarso pegawai yang menunggu hasil masih ada 30 orang. Terdiri, Kasubag hingga staf. “Hasilnya kapan, biasanya tetap Dinas Kesehatan yang menyampaikan pertama.”

Minarso juga menyampaikan bahwa hasil screening Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ada ratusan yang dinyatakan reaktif rapid test. Mereka kemudian dilanjutkan swab test, tak sedikit yang hasilnya positif Covid-19.

“Dari hasil rapid itu ada 250an yang reaktif. Tapi sebenarnya untuk Sragen ini ukuran di Jawa Tengah masih tergolong rendah,” katanya.

Minarso mengatakan, hasil KPPS yang dinyatakan positif sudah menjadi ranah Satgas Covid-19. Saat ini sudah melakukan isolasi. Namun terkait nasib KPPS saat pencoblosan berlangsung dia mengklaim masih tetap bisa berjalan.

“KPPS tugasnya masih 9 Desember, kalaupun sakit masih ada petugas yang lain,” kata Minarso. (reporter: Huriyanto)