PILKADA SRAGEN 2020: 478 Personel Geser ke Wilayah, Petugas Siap Layani Pemilih Isolasi Mandiri Covid-19

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Pilkada Sragen 2020, sejumlah personel pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Sragen 2020 mulai menjalankan tugas. Mereka juga bakal mengawal pemungutan dan penghitungan suara di tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Dalam Apel Pergeseran Pasukan melalui PAM TPS digelar di lapangan Wira Pratama Mapolres Sragen, Senin 7 Desember 2020. Setidaknya 478 personel siap mengamankan jalannya Pilbup 9 Desember. Dalam keterangan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi pada wartawan menyamapaikan para personil telah siap menjalankan tugas,”Iya, pengamanan dibantu personel dari Polda 25 orang,” jelasnya.

Berdasarkan instruksi Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam kegiatan pengamanan Pilkada ini personel akan standby di titik masing-masing. Karena mereka memiliki kewajiban yakni target Pilkada 2020 aman dan sehat.

“Seluruh personel dalam kondisi sehat karena telah dirapid dan swab antigen dengan hasil semua negatif Covid-19,” sambung Kapolres.

Menurut Ardi, dalam pengamanan kali ini regu pengamanan juga akan melayani pasien Covid-19 yang isolasi mandiri. Pihaknya dengan KPU daerah telah mengkoordinasikan, sehingga pasien isolasi mandiri tidak kehilangan hak pilih.

Dalam pelaksanaannya bagi yang isolasi mandiri akan dilayani oleh TPS terdekat. Pemungutan suara dilakukan petugas menggunakan baju hasmat (APD) sehingga mereka akan memberikan hak pilihnya di tempat isolasi mandiri.

“Dalam hal ini di Technopark. Saat ini terdata 185 orang, tapi akan berubah sampai hari H, ada perubahan keluar masuk dalam isolasi mandiri.”

Dikonfirmasi terpisah Kabag Ops Polres Sragen Kompol Yohanes Kristanto menyampaikan setiap dua personel akan mengamankan 6 sampai 10 TPS. Mereka akan mobile memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pengamanan Pilkada ini pihak kepolisian juga dibantu dari jajaran Babinsa di setiap Desa.

“Jadi nanti personel pindah dari satu TPS ke TPS yang lain. Kalau Babinsa nanti pengamanan per desa, satu desa dua orang semua 416 personel,” beber Kompol Yohanes Kristanto.

Sementara mengenai pengamanan TPS penyangga Yohanes mengatakan, bagi personel yang wilayahnya masuk kawasan isolasi mandiri maka akan turut mengamankan proses pemungutan TPS penyangga. Petugas keamanan juga telah dilengkapi alat pelindung diri untuk masuk ke kawasan zona merah Covid-19.

“Kalau kebetulan wilayah tempat isolasi kita mengamankan kegiatan karena tidak semua orang diizinkan masuk. Petugas sudah kita lengkapi APD masuk kawasan isolasi,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)