Cerita Pelda Eka Budi, Korban Kecelakaan KA Brantas-Mobil Patroli Polisi di Kalijambe Sragen: Sebelum Kejadian Sempat Ajak Foto Selfie Keluarga

KECELAKAAN maut antara mobil patroli polisi dengan Kereta Api (KA) Brantas di jembatan Kali Cemoro Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, menyisahkan kepedihan keluarga korban. Salah satu korban adalah Pelda Eka Budi Mulyana, anggota TNI yang sempat terseret arus sungai. Berikut sepenggal ceritanya.

TEPIANINDONESIA.COM, Huriyanto

Tembakan salvo anggota TNI mengiringi pemakaman jenazah Pelda Eka Budi Mulyana di TPU Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen, Selasa siang 15 Desember 2020. Tangis keluarga pun pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Ratusan pelayat yang mengiringi pemakaman jenazah menahan haru atas kepergian Babinsa Desa Wonorejo itu.

Isak tangis keluarga juga sempat pecah saat jenazah anggota Koramil Kalijambe Kodim Sragen itu diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman.

Jenazah Eka Budi dimakamkan di TPU Desa Krikilan 100 meter dari Museum Manusia Purba Sangiran. Upacara pemakaman dipimpin Dandim Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno.

Keluarga Pelda Eka Budi sebelum kecelakaan tidak mendapati firasat apapun. Namun keluarga mengungkapkan bahwa ada hal yang tak biasa dilakukan sebelum Pelda Eka berangkat bertugas.

Heru Wijayanto, adik ipar korban mengatakan, sebelum berangkat Pelda Eka sempat mengajak foto selfie bersama keluarga. Hal ini jarang dilakukan, dan ternyata foto bersama keluarga yang terakhir kalinya.

“Berangkat dinas biasanya hanya pamitan biasa kebetulan itu minta selfie satu keluarga. Jadi itu foto selfie bareng keluarga yang terakhir sekeluarga bersama korban,” jelasnya.

Almarhum memiliki cita-cita sebelum pensiun mengajak keluarga umrah ke Makkah Almukaromah. Di mata keluarga Pelda Eka merupakan orang yang disiplin, serta dalam membuat keputusan selalu mementingan keluarga.

“Wasiat disampaikan ke saya tidak ada tapi kemarin istrinya cerita keinginannya sebelum purna tugas umrah satu keluarga, dua tahun lagi dia pensiun,” ungkapnya.

Di mata keluarga, lanjut dia, Eka sosok yang baik, tidak banyak bicara. Namun ketika memutuskan keputusan selalu tepat sasaran.

Dimata pimpinan dan rekan kerjanya Pelda Eka Budi adalah sosok yang tangguh dan disiplin. Pelda EKa Budi adalah sosok prajurit yang handal segera menjalankan tugas dan menyelesaikan dengan baik.

“Dia adalah prajurit yang handal dan bagus, apabila mendapatkan tugas segera menjalankan dengan baik dan menyelesaikan. Seperti saat almarhum mendapatkan tugas piket patroli dengan Polri dilaksanakan baik,” ungkap Dandim Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno.

Pelda Eka Budi adalah satu dari tiga korban kecelakan mobil patroli Polsek Kalijambe yang tertabrak KA Brantas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Desa Kalimacan Minggu (13/12) malam.

Jenazah Pelda Eka Budi tercebur ke sungai sementara dua anggota Polri, Ipda Samsul Hadi dan Bripka Slamet Mulyono yang telah dimakamkan Senin kemarin.

Jenazah Eka Budi Mulyana ditemukan Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIB, sekitar 2 KM dari lokasi kejadian di alur Sungai Cemoro atau wilayah Jetis, Karangpung, Kalijambe. Pencarian korban sempat dihentikan pada Senin (14/12) petang karena belum ada tanda-tanda serta kondisi cuaca. Selamat Jalan Pelda Eka Budi Mulyana. (reporter: Huriyanto)