84 Peserta Pendidikan Satpam 2020/2021 di Sragen Dinyatakan Lulus

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sebanyak 84 peserta lulus pendidikan Satuan Pengaman (satpam). Pelatihan tersebut diakhiri dengan upacara penutupan Diklat Satpam Gada Pratama TK Polda Jateng Kerjasama BUJP PT Dangkel Jaya Sragen, Selasa pagi 5 Januari 2020.

Lulusan kali ini diharapkan mampu menjadi Satpam terbaik dan mampu menjadi kepanjangan tangan Polri di tempat-tempat tugas dan mampu memberikan pelayanan keamanan.

Kabag Ops Polres Sragen Kompol Yohanes Trisnanto ditemui disela-sela upacara penutupan diklat Satpam Gada Pratama menyampaikan bahwa Polri membutuhkan mitra Kamtibmas,”Dalam mengembam amanat sebagai pemelihara Kamtibmas membutuhkan mitra Kamtibmas salah satunya adalah Satpam, dimana Satpam yang sudah dilatih ini nanti dia akan melaksanakan tugas di tempat tugas masing masing sehingga kepanjangan tangan Polri di tempat tempat tugas itu dapat memberikan pelayanan Kepolisian secara terbatas,” Kata Kompol Yohanes Trisnanto.

Kompol Yohanes Trisnanto juga mengatakan dalam pendidikan kali ini ia bersyukur semuanya dapat diselesaikan kegiatan pendidikan atau Diklat ini dengan aman, baik sehat dan bebas dari Corona.”Ini rutin setiap tahun ada, tujuannya adalah sebagai tangan kanan Polri untuk memelihara Kamtibmas dalam memberikan layanan di bidang keamanan, di Proyek proyek vital, Toko-toko swalayan, pabrik industri itu membutuhkan kepanjangan tangan Polri untuk memelihara keamanan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Selama pelatihan Satpam kali ini dilaksakan selama 20 hari, dan jumlah jam pembelajaran 232 yang terselesaikan selama 15 hari,”Selama pendidikan Satpam lulusan tahun ini diberikan pembekalan, diberikan tugas tugas dasar kepolisian secara terbatas dengan tujuan supaya mereka bisa di aplikasikan di tempat tugas,” Bebernya.

Kompol Yohanes Trisnanto disingung soal beberapa Satpam yang tugas di Sragen selama ini ia mengungkapkan bahwa Satpam harus sesuai Standar,” Untuk memenuhi standar kualitas kemampuan satpam mereka diwajibkan mengikuti diklat dulu,
sebelum mengikuti diklat mereka belum memiliki kewenangan mengikuti tugas tugas kepolisian terbatas di tempat tempat tugasnya.
Sehingga latihan ini sebagai sesuatu yang wajib supaya ada standartrisasi kemampuan,” Ujarnya. (reporter: Huriyanto)