UPDATE CORONA SRAGEN 2021: Sebanyak 1.779 Vaksin Dikirim ke Sragen, Jawa Tengah

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Update Corona Sragen 2021, Pemkab Sragen sudah menyiapkan skema penerima vaksin covid 19. Saat ini vaksin dari pemerintah pusat dalam tahap distribusi ke kabupaten/kota di seluruh wilayah Jawa Tengah. Prioritas pertama yakni tenaga kesehatan. Pelaksanaan vaksinasi digelar serentak pada Kamis 14 Januari 2021 mendatang.

Pada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menyampaikan saat ini vaksin sedang dalam proses distribusi dari pemerintah Provinsi ke kabupaten. Dia menjelaskan prioritas pertama yang mendapatkan vaksin yakni tenaga Kesehatan (nakes). Kabupaten Sragen terdata 5.996 nakes yang akan divaksin.

”Pelaksanaan rencana 14 Januari dilakukan serentak. Ini vaksinya dalam proses perjalanan ke Sragen. Untuk saat ini belum sampai, sampainya belum tahu kapan, bisa hari ini atau besok, tergantung kurirnya,” Kata Hargiyanto, Selasa 5 Januari 2021.

Kepala DKK juga menyampaikan jika sudah sampai Sragen, lantas vaksin tersebut akan disimpan sementara di gudang farmasi. Tapi segera di distribusi puskesmas,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan vaksin yang dikirim sejumlah 1.779 buah. Pelaksanaan akan dilangkungkan di 25 puskesmas yang ada di Sragen. Pihaknya menyampaikan untuk prioritas yang lain masih menunggu. ”Satu orang divaksin dua kali suntikan, jadi nakes saja butuh 11.992 vaksin. Waktu perantara suntikan pertama dan kedua menunggu 2 minggu,” ujar dia.

Hargiyanto menyampaikan untuk efek samping bagi orang yang disuntik vaksin biasanya merasa meriang. Ditambah nyeri di titik bekas suntikan. Selain itu bisa mual dan bahkan muntah jika trauma dan takut dengan jarum suntik.

Sedangkan pengiriman vaksin tahap kedua harus menunggu lagi dari pemerintah pusat. Dia menegaskan vaksin ini gratis dan sama sekali tidak dipungut biaya sesuai pernyataan Presiden. ”Pak Jokowi kan bilang gratis semua,” terangnya.

Dia menegaskan untuk pengadaan vaksin ini seluruhnya dari pemerintah pusat. Sejauh ini belum petunjuk menggunakan dana dari pemerintah provinsi ataupun kabupaten untuk pembelian vaksin. (reporter: Huriyanto)