Jelang Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Polres Sragen Siap Tindak Tegas Kerumunan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Polres Sragen memastikan akan bertindak tegas saat Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 11-25 Januari 2021.

Setidaknya 100 personel disiapkan dalam penerapan PPKM, atau sebelumnya disebut Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Implementasi di lapangan akan lebih sering dilakukan operasi yustisi pada masyarakat.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menegaskan, untuk implementasi di lapangan nanti tidak jauh dari yang dilakukan selama ini berupa operasi yustisi. Setidaknya ada 100 personel siap menjalankan operasi.

”Kalau terkait operasi yustisi kita punya satgas covid 19 di sini. Tentunya bergabung dengan TNI danSatpol PP Pemda Sragen. Yang jelas dalam kegiatan yang sifatnya fundamental terkait pengumpulan massa kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan itu pasti akan kita cegah dan kalau ada kota bubarkan,” kata Kapolres, Sabtu 9 Januari 2021.

Pada Jumat 8 Januari 2021, polres masih koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk masalah teknis. Seperti operasional pusat perbelanjaan, pertokoan dan sebagainya kaitannya dengan dinamika ekonomi.

Penerapan PPKM mulai Senin (11/1) fokus kerumunan jam operasional pertokoan dan pasar serta perkantoran. Pihaknya berharap PPKM ini tidak terlalu berdampak besar bagi kondisi perekonomian. ”Siang ini komunikasi dengan bupati. Yang jelas memberikan masukan masukan dan mencermati instruksi pusat,” terangnya.

Selain itu selama PPKM pihaknya menyampaikan ada opsi seperti itu penutupan jalan protokol seperti yang dilakukan pada awal pandemi Covid-19 lalu. Namun menunggu hasil vidcon dengan Mabes Polri yang akan memberikan petunjuk teknis.

“Kita samakan persepsi dahulu agar tidak salah menerjemahkan kebijakan pemerintahan terkait PPKM,” terangnya.

Sedangkan soal persiapan anggota, proteksi internal. Anggota terus melakukan protokol kesehatan dan selalu melakukan pembersihan di tempat kerja. Selain itu juga melaksanakan kegiatan olahraga secukupnya untuk kesehatan.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan sudah menandatangani Surat Instruksi Bupati terkait PPKM. Dia menegaskan seluruh kegiatan sosial di Kabupaten Sragen ditiadakan selama 11-25 Januari mendatang.

”Tidak hanya hajatan, arisan PKK, kumpulan RT/RW tidak boleh diselenggarakan, termasuk kegiatan keagamaan maksimal diikuti 50 persen dari kapasitas tempat ibadah,” tegasnya.

Tindakan tegas dan pengetatan seperti awal pandemi Covid-19 lalu. Bahkan untuk kegiatan hajatan, baik di gedung pertemuan, maupun di rumah pribadi juga dilarang. ”Jika nekat Satgas Covid 19 akan melakukan pembubaran paksa,” ungkapnya.

Pemkab juga membatasi jam operasional toko modern dan juga aktivitas pedagang malam, maksimal sampai pukul 19.00. Disamping itu pihaknya meminta pengoptimalan kembali Posko Satgas Covid 19 di seluruh Kecamatan, Desa, sampai tingkat RT/RW.

Yuni mengakui bahwa PSBB ini berdampak besar pada perekonomian, tidak hanya pedagang kecil namun banyak sektor. Pihaknya harap bersabar semuanya, karena pasar akan jadi sepi karena pembatasan. Kemudian pedagang malam juga tidak boleh beroperasi, warung, HIK akan berdampak.

“Kegiatan ekonomi pasti berdampak. Kalau kita tidak action seperti ini kapan lagi, dua minggu saja semoga ada penurunan signifikan dan kondusif dan berlaku semua tidak hanya di Sragen saja,” terang Bupati. (reporter: Huriyanto)