POTENSI DESA: Masyarakat Desa Karangmalang Masaran Sragen Kembangkan Pertanian Lingkungan “Kampung Anggur”

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Potensi desa di Sragen kembali muncul. Kali ini di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Yakni membuat inovasi dengan memberdayakan “Kampung Anggur”.

Warga satu kampung di RT 9 desa tersebut, kini sudah membudidayakan tanaman anggur dan bahkan sebagian sudah berbuah lebat. Ke depan, misi besar desa yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Sarjono ini dalam waktu dekat akan mengembangkan tanaman anggur di semua rumah warga untuk menuju Desa Wisata Buah Anggur.

Pantauan di lokasi hampir semua rumah di Kampung Anggur Karangmalang tampak asri dengan tanaman anggur di depan rumah.
Sebagian ada yang diberi rambatan kayu namun ada yang sudah diberi penopang permanen dari besi. Tampak buah anggur lebat bergelantungan menambah sedap pandangan.

Kades Sarjono menuturkan saat ini memang baru ada satu kampung di RT 9, Dukuh Karangmalang yang semua warganya sudah membudidayakan buah anggur. Budidaya anggur itu bermula dari bantuan 100 bibit dari program SMK Membangun Desa yang digulirkan SMKN 1 Kedawung Sragen beberapa bulan lalu.

“Kebetulan, Desa Karangmalang ditunjuk menjadi desa binaan dan mendapat bantuan 100 bibit buah anggur. Ada MoU juga dan alhamdulillah beberapa warga ada yang minat dan nanam mandiri sehingga sekarang satu kampung di RT 9 setiap rumah sudah nanam anggur,” papar Kades Sarjono di sela meninjau Kampung Anggur, Jumat 8 Januari 2021) bersama beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Anggur yang dibudidayakan juga jenis unggulan yaitu jenis Minel. Ini sebagian besar sudah berbuah lebat karena anggur itu 10 bulan sudah berbuah. Sarjono menguraikan, setelah berkembang di RT 9, pihak desa menggandeng kalangan milenial yang tergabung dalam Lembaga Persatuan Pemuda (LPP) Karangmalang untuk mengelolanya.

Mereka rencana akan dilibatkan untuk memproduksi bibit anggur melalui metode cangkok. Saat ini bahkan sudah ada 2000 bibit baru hasil cangkokan yang siap untuk diperluas ke kampung-kampung lainnya.

“Alhamdulillah pemuda sangat antusias. Selain 2000 bibit yang siap dikembangkan, kami berencana dari 100 bibit awal bisa digandakan 10 bibit setiap pohon dengan dicangkok. Sehingga nanti tahun pertama bisa jadi 1.000, berikutnya jadi 10.000 dan dua tahun lagi dari 2.000 yang sudah tertanam akan bisa dibuat 200.000 bibit. Mimpi kami selain menjadi desa wisata Anggur yang memproduksi buah segar, Karangmalang ini juga jadi sentra produksi bibit anggur unggulan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kades menguraikan konsep Desa Wisata Anggur digagas karena tanaman buah itu tak butuh banyak lahan. Karakter tanaman anggur yang merambat dan tak lebat, juga cocok sebagai tanaman hiasan di lingkungan atau depan rumah.

Selain itu, letak geografis Karangmalang yang berada di pintu masuk Kabupaten Sragen dari arah Solo, sangat potensial menjadi daerah wisata. Sehingga dengan adanya kampung anggur, nanti bisa menjadi daya tarik bagi warga luar kota baik dari Surabaya atau Jakarta yang melintas.

“Jadi yang perjalanan lewat Sragen, bisa singgah untuk menikmati buah anggur segar di desa kami. Pengunjung bisa pilih dan petik sendiri di lokasi. Harganya juga kita buat lebih miring. Jika di pasaran sekarang anggur Minel perkilo Rp 60.000-80.000, di sini nanti cukup Rp 30.000 sampai Rp 40.000 saja,” tuturnya.

Sarjono menambahkan untuk menunjang konsep Desa Wisata Anggur, pihaknya sudah gencar menyosialisasikan ke warga. Bahwa setiap rumah nantinya diwajibkan menanam buah anggur.

Bibitnya akan disuplai dari hasil cangkokan LPP dengan hanya menebus biaya operasional pencangkokan sekitar Rp 10.000 per bibit. Sebab jika membeli sendiri, saat ini harga bibit buah anggur Minel satu batang mencapai Rp 120.000.

“Melihat antusiasme warga dan pemuda LPP, kami optimis konsep desa wisata bisa terwujud. Harapan utamanya selain memberdayakan pemuda dan warga, dengan inovasi anggur ini bisa menambah pendapatan warga dan muaranya menaikkan kesejahteraan. Karena buah anggur itu bisa diatur kapan mau dibuahkan. Dan satu pohon sekali panen bisa sampai 10 kilogram. Kan cukup potensial menambah pendapatan masyarakat,” tandasnya.

Dengan sudah banyak yang berbuah, diperkirakan kampung anggur Karangmalang akan panen raya sekitar bulan Maret mendatang. Nah, bagi anda pecinta wisata buah, silakan berkunjung dan menikmati buah anggur segar di kampung anggur Karangmalang Sragen. (reporter: Huriyanto)