Kejari Sragen Serahkan Rp 2,016 Miliar ke Pemkab Sragen dari Kasus Korupsi RSUD Sragen 2016

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyerahkan uang tunai senilai Rp 2.016.766.740 miliar ke Pemkab Sragen, Selasa 19 Januari 2021.

Duit tersebut dari kasus korupsi pengadaan Ruang Sentral Operation Komer (OK) atau Ruang Sistem Operasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2016.

Prosesi penyerahan uang kerugian negara yang terselamatkan itu digelar di Kantor Kejari Sragen dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Sekda Sragen Tatag Prabawanto.

Dalam kasus ini, terdapat tiga orang yakni Djoko Sugeng, mantan Direktur Umum RSUD dr. Soehadi Prijonegoro selaku kuasa pengguna anggaran (KPA); Nanang Y. selaku pejabat pembuat komitmen (PPK); serta Rahardian Wahyu selaku pengusaha yang menyuplai perlengkapan ruang operasi dari Jerman.

Tiga orang itu divonis hukuman enam tahun penjara. Vonis itu jauh lebih berat dari tuntutan jaksa yakni 18 bulan atau 1,5 tahun penjara.

Terdapat kerugian negara sebesar Rp 2,016 miliar ini diserahkan langsung oleh Rahardian Wahyu pada Februari 2020 lalu. Dua terpidana lain yakni Djoko Sugeng dan Nanang Y. tidak berkewajiban mengembalikan kerugian negara. Kendati begitu, keduanya dianggap ikut bertanggung jawab atas munculnya kerugian negara senilai Rp 2,016 miliar itu.

Ketiganya dinilai terlibat dalam pengondisian harga perlengkapan ruang sistem operasi dalam proyek senilai total Rp 8 miliar berasal dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng.

Ketiga terpidana sama-sama dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/2019 Jo Pasal 55.

“Kegiatan ini merupakan eksekusi perkara tindak pidana korupsi. Kami punya tugas dan tanggung jawab melaksanakan putusan hakim yang sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Kepala Kejari Sragen, Sinyo Redy Benny Ratag pada wartawan.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyambut baik pengembalian uang Rp 2,016 miliar tersebut. Ia mengatakan akan memanfaatkan uang itu untuk kegiatan masyarakat.

“Ini bentuk cerminan dan pembelajaran saya sebagai pemimpin. Sebuah kegiatan pemerintahan harus berjalan transparan, akuntabel dan tanggung jawab,” ujarnya Bupati. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *