Intensitas Hujan Tinggi Hingga Pertengahan Februari 2021, Warga Sragen Waspada Banjir

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Hujan deras di bulan Februari masih cukup tinggi, sejumlah masyarakat Sragen yang tinggal di pinggiran sungai Bengawan Solo dan pinggiran kali anak Bengawan Solo dihimbau tetap waspada akan banjir yang sewaktu-waktu datang.

Pasalnya, hujan deras pada Rabu 3/2/2021 sejak pukul 14:00 wib hingga pukul 02:00 Wib kemarin, membuat debit air bengawan Solo maupun anak sungai bengawan solo naik dan meluap merendam pemukiman rumah warga.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun wilayah Sragen di guyur hujan deras dan ditambah wilayah hulu ( Karanganyar) hujan cukup tinggi. Sehingga menyebabkan air sungai Mungkung naik masuk dilingkungan warga Dukuh Wirun RT 17, 18, 19 Dan Dukuh Kleco kulon RT 10 serta Kleco Etan Rt 08 Ds. Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terendam air dengan ketinggian ± Air 10 – 60 Cm.

Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Pandak, Sribit, Patihan, Karanganom dan pengkol Plupuh juga ikut terendam air hujan tidak bisa mengalir tertahan di sungai bengawan solo karena meluap.

Saat dihubungi, Giyanto, Kasi Kegawat Daruratan BPBD Sragen menyampaikan bahwa hujan deras yang cukup lama membuat air di sungai bengawan solo dan kali mungkung naik,”Iya tadi malam pantauan di lokasi memang air naik dan cukup tinggi, tapi tadi pagi air sudah mulai surut,” jelasnya, Kamis 4 Februari 2021.

Giyanto menambahkan pemuliman warga terendam air gara-gara hujan deres dan air tak bisa mengalir di bengawan solo.

“Kalau yang di permukiman warga itukan karena hujan bengawan tinggi dan sehingga air dari perkampungan itu tidak bisa langsung ke Bengawan Solo karena air di Bengawan cukup tinggi, sehingga meluap ke jalan,” bebernya.

Hujan kedepan kemukinan di prediksi masih cukup tinggi, masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan hati-hati serta siap sewaktu-waktu banjir menerjang.

” Himbuan bagi warga yang jadi langanan banjir, kalau sudah ada bunyi sirene sungai mungkung harap berhati hati dan persiapan. Seperti barang barang yang di perlukan ketika nanti ada evakuasi nanti bisa cepat, EWS Solo berfungsi untuk saat ini tapi untuk Garuda ini tadi trobel tapi sudah di hubungi balai besarnya,” ujarnya.

Terdapat alat alarm di sejumlah titik di Sragen untuk memberikan peringatan pada warga ketika banjir sewaktu-waktu datang, alat tersebut dinamakan Early Warning System (EWS), alat ini di pasang di sungai Mungkung, Sungai Garuda dan Jembatan Sapen.

“Cuaca buruk diprediksi hingga bulan Februari ini sampai pertengahan bulan,” bebernya. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *