Waow… Satis Sutis, Robotika Karya Siswa Madrasah Dipakai Kantor Kemenag Sragen dan Jateng

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Siswi MTsN 5 Sragen menciptakan robot pengecek suhu badan dan hand sanitizer. Dua robot tersebut diberi nama Satis dan Sutis.

Satis artinya Sanitizer Otomatis sedangkan Sutis adalah pengecek Suhu Otomatis. Dua robotika itu diberikan ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen.

Penemuan itu sebagai bentuk keprihatinan anak-anak tim Robotika MTsN 5 Sragen akan pandemi ada di Sragen. Robot inovasi ini dapat memudahkan masyarakat maupun petugas protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran Covid-19.

Tim Robotika yang membuat mesin otomatis terdiri empat orang. Di antaranya Nayla Nur Rahmadina, Juwita Zaki Lathifa, Yusita Indriyana Puspita Sari dan Aziza Alwa Ristu.

Karya mereka diapresiasi Kemenag Kabupaten Sragen dan digunakan di kantor setempat dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu tim robotika MTsN 5 Sragen Nayla menyampaikan, motivasi mereka membuat Satis dan Sutis ini lataran keperihatinan karena pandemi Covid-19. ”Alat tersebut merupakan pasangan yang tidak bisa dipisahkan layaknya seperti anak kembar, alat tersebut Kami beri nama satis dan juga sutis,” jelasnya.

Dengan dibuatnya alat tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun petugas protokol kesehatan dalam penggunaan hand sanitizer. Cara kerja dari satis ini adalah ketika sensor proximity membaca jarak tangan seseorang yang mendekat.

Setelah terbaca, suhu tubuh akan keluar perintah melalui audio, bahwa orang tersebut bisa masuk ruangan. Namun jika suhu diatas 37,6 derajat celcius, secara otomatis audio melarang orang yang cek suhu tubuh untuk masuk ke ruangan.

Demikian juga dengan Satis, cukup mendekatkan tangan akan mengeluarkan cairan pembersih. Mesin ii dilengkapi dengan baterai yang dapat diisi ulang dan indikator tegangan yang dapat memberikan fungsi memberikan kondisi baterai.

”Tujuannya memberikan kerja optimal kepada petugas atau masyarakat dalam pengecekan suhu tubuh dengan menjaga jarak,” terangnya.

Kepala Sekolah MTsN 5 Sragen Muawanatul Badriyah menerangkan dua alat tersebut. Satu dipakai di kantor Kemenag Sragen dan satu lagi dikirim ke Kantor wilayah Jawa Tengah. Soal perakitannya tergantung bisa lama bisa cepat. Melihat komponennya tersedia atau tidak. Jika tidak dalam sehari bisa terakit.

”Kalau dikomersialkan Rp 3 juta untuk satu alat, alhamdulillah anak-anak kita meski pandemi tetap bisa berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sragen Hanif Hanani menyampaikan, mesin ini diletakkan di depan pintu masuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

”PTSP ini membutuhkan sekali hand sanitizer otomatis. Sebelumnya kami menggunakan yang manual sekarang udah otomatis dan saya terus mendukung anak-anak untuk terus berkarya meski kondisi covid-19,” terang Hanif. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *