Portal Siboto Kalijambe Resmi Dibongkar untuk Akses Warga, tapi Bupati Sragen Beri Syarat Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Portal penutup jalan Dukuh Siboto, Kalijambe, Sragen yang menjadi persoalan warga akhirnya dibongkar Kamis 18 Februari 2021. Pembongkaran dilakukan oleh warga dan Pemkab Sragen.

Meski belum mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan, namun Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Sekda Sragen Tatag Prabawanto mempersilakan warga sekitar membuka portal. Namun kewajiban warga yakni memberikan penjagaan selama 24 jam di lokasi perlintasan kereta api.

Ada kejadian menarik di sela pembongkaran portal. Yakni, sejumlah warga, tanpa dikomando ramai-ramai sujud syukur bersama-sama di belakang bupati Sragen. Mereka yang terdiri dari ibu-ibu dan pria dewasa itu sebelumnya menggelar aksi mendesak segera dilakukan pembukaan portal.

Zain (31), salah satu pemuda kampung setempat mengatakan, pembukaan portal ini sebagai bentuk kemenangan dan suara rakyat kecil Siboto. “Kami sekarang lega dan bahagia. Terimakasih untuk Bupati Sragen Bu Yuni sudah membuka portal. Semoga menjadi akses warga dan tidak muter lagi,” tuturnya.

Udin Fatkhurrahman (50), salah satu tokoh masyarakat ampung Siboto juga menyampaikan rasa syukur pada bupati dan sekda Sragen. Pihaknya menyampaikan terimakasih atas respon baik bupati Sragen dan sekda. ” Beliau yang betul-betul berperan aktif dan masyarakat ini bisa tertolong,” ujarnya.

Setelah pembukaan portal ini, warga akan melakukan penjagaan. Teknisnya sesuai surat pernyataan yang dibuat, yakni akan menjaga full 24 jam dengan tiga orang penjaga tiga sift. “Penjaga sudah kami treaning dan sudah kita latih untuk disiplin menjaga palang pintu,” tandas dia.

Pihaknya juga bakal terus berkomunikasi dengan pihak PT KAI untuk meminta informasi jadwal kereta api yang hendak melintas.

Sedangkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku secara legal formal Ditjen Perkeretapian Kemenhub tidak mengizinkan pembukaan portal secara legal formal. Pembukaan portal ini berdasarkan permintaan seluruh warga.

Sebelumnya Pemkab telah berupaya untuk berkomunikasi duduk bersama agar permintaan warga membukaan portal dilaksanakan namun tidak dizinkan. Tapi karena ini jalan vital masyarakat banyak yang kesulitan atas dasar permintaan masyarakat sebagai kepala daerah memutuskan masyarakat membuka pintu ini dengan catatan ini harus dijaga 24 jam.

”Harus 24 jam ada yang menjaga kalau ada yang lewat bisa mengingatkan. Lintasan ini 2/3 kereta lewat lebih banyak diatas pukul 9 malam. Saat ini persentase terbesar kecelakaan adalah di waktu malam. Saya minta kesanggupan warga. Soal anggaran jaga menjadi tanggung jawab desa dan tokoh masyarakat desa. Apabila terjadi kembali kecelakaan atau apapun itu saya sendiri yang akan menutup jalan ini,” tegas Yuni.

Seperti diberitakan sebelumnya, perlintasan tanpa palang pintu tersebut ditutup setelah terjadi kecelakaan antara mobil patroli Polsek Kalijambe dengan Kereta Api Brantas pada 14 Desember 2020 lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua anggota polri dan satu anggota TNI meninggal dunia di lokasi kejadian. (reporter: Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *